Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tahun Depan, Banyak Maskapai Kembalikan Pesawat ke Lessor

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. memprediksi banyak maskapai yang melakukan redelivery pesawat kepada lessor pada tahun depan seiring dampak pandemi Covid-19.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 30 November 2020  |  16:19 WIB
Petugas Garuda Indonesia Maintenance Facilities (GMF AeroAsia) memeriksa hidrolik pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 - 300ER. - Antara/Muhammad Iqbal
Petugas Garuda Indonesia Maintenance Facilities (GMF AeroAsia) memeriksa hidrolik pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 - 300ER. - Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) memproyeksikan masih adanya pertumbuhan permintaan untuk proyek redelivery pesawat kepada lessor dari maskapai hingga tahun depan sebesar 20 persen.

Direktur Utama GMF I Wayan Susena menjelaskan proyek redelivery pesawat ini dilakukan apabila perjanjian sewa antara maskapai dan lessor sudah berakhir. Akibat dampak pandemi Covid-19, sejumlah maskapai mempercepat pengembalian pesawat ke lessor untuk menyesuaikan kapasitas dan beban biaya operasional agar armada yang ada dapat terutilisasi secara maksimal.

"Permintaan redelivery yang masuk ke GMF datang baik dari maskapai maupun lessor dari berbagai wilayah antara lain Asia Selatan, Timur Tengah dan Oceania," ujarnya, Senin (30/11/2020).

Wayan menuturkan justru untuk maskapai nasional seperti Garuda Indonesia tidak banyak melakukan redelivery pesawat lantaran masih bisa mengoptimalkan armadanya di rute-rute domestik.

"Pertumbuhan pendapatan sektor bisnis airframe ini diproyeksikan akan meningkat sekitar 20 persen hingga tahun depan. Hal tersebut didukung oleh mulai meningkatnya aktivitas penerbangan dan permintaan akan jasa bisnis tersebut," tekannya.

Wayan melanjutkan sejumlah maskapai kini masih perlu mengencangkan ikat pinggang untuk bertahan di masa pandemi dengan mengefisienkan operational cost, salah satunya melalui optimalisasi jumlah armada aktif agar dapat terutilitasi secara maksimal. Hal ini berdampak pada peningkatan permintaan redelivery pesawat dari maskapai kepada lessor.

Memasuki kuartal IV/2020, GMF telah menerima beberapa permintaan untuk melakukan pengerjaan project redelivery tersebut. Peningkatan project redelivery menjadi salah satu pendorong peningkatan jumlah event pada sektor bisnis airframe maintenance, sehingga mampu tumbuh 13 persen dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Sejauh ini GMFI turut merasakan angin segar dari peningkatan jumlah aktivitas penerbangan di kuartal III/2020 hingga akhir tahun kuartal IV/2020 dengan peningkatan work order pada perawatan yang berbasis flight hours.

Hingga kuartal III/2020 ini, GMF telah mencatatkan pertumbuhan jumlah produksi hingga lebih dari 100 persen pada sektor bisnis engine maintenance dibandingkan kuartal sebelumnya. Pencapaian positif lainnya juga dirasakan oleh sektor bisnis component maintenance yang mencatatkan pertumbuhan event produksi hingga 38 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan gmf aeroasia
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top