Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manufaktur China Melesat Naik ke Level Tertinggi dalam 3 Tahun

Kenaikan pesanan manufaktur didorong oleh permintaan domestik yang kuat karena sentimen konsumen terus pulih, serta dorongan ekspor menjelang periode liburan Natal.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 30 November 2020  |  15:49 WIB
Manufaktur China - Reuters
Manufaktur China - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Rebound ekonomi China semakin meningkat menjelang akhir tahun dengan indeks manufaktur naik lebih tinggi dari perkiraan pada November didorong oleh ekspor.

Indeks manajer pembelian (PMI) manufaktur naik menjadi 52,1 pada November dari 51,4 bulan sebelumnya, menurut data yang dirilis Senin oleh Biro Statistik Nasional. Itu merupakan yang tertinggi sejak September 2017 dan mengalahkan estimasi median dalam survei ekonom Bloomberg.

Data tersebut menggarisbawahi status China sebagai satu-satunya ekonomi utama yang mengalami rebound berkelanjutan dan kuat dari kemerosotan yang disebabkan pandemi awal tahun ini. Kenaikan pesanan manufaktur didorong oleh permintaan domestik yang kuat karena sentimen konsumen terus pulih, serta dorongan ekspor menjelang periode liburan Natal.

Indeks non-manufaktur naik ke 56,4 dari 56,2 pada Oktober, melebihi perkiraan median dan jauh di atas level 50 yang menunjukkan kondisi membaik dari bulan sebelumnya.

China telah berhasil menghindari kebangkitan virus Corona musim dingin berskala besar, menjaga wabah skala kecil terkendali melalui pengujian massal dan karantina. Hal itu berbeda dengan AS, Eropa, dan Jepang, di mana munculnya kembali kasus telah menyebabkan perkiraan penurunan ganda dalam aktivitas ekonomi tahun ini.

"Pemulihan domestik China telah berada di jalurnya dalam beberapa bulan terakhir, berkat keberhasilannya dalam menahan Covid-19, pelonggaran persyaratan jarak sosial, ekspor yang sangat kuat," kata ekonom Nomura Holdings Inc., yang dipimpin oleh Ting Lu, dilansir Bloomberg, Senin (30/11/2020).

Ekonom memperkirakan PMI manufaktur resmi China akan tetap solid di angka 51 hingga 52 dalam beberapa bulan mendatang.

Serangkaian indikator awal menunjukkan pemulihan ekonomi China stabil pada November, didukung oleh ekspor dan kenaikan pasar saham ke level tertinggi sejak 2015.

Sementara konsumsi tertinggal pada tahap awal pemulihan China tahun ini, data yang lebih baru menunjukkan peningkatan dalam permintaan konsumen. Sementara Beijing telah berjanji akan melakukan tindakan lebih lanjut untuk mendukung penjualan mobil dan peralatan rumah tangga.

Qian Wang, Kepala Ekonom Asia-Pasifik di Vanguard Group Inc, mengatakan permintaan domestik dan global didukung oleh pembelian akhir tahun dan hari libur. Wang mengatakan momentum dapat mulai sedikit berkurang dalam beberapa bulan mendatang. Dia mencatat bahwa kebangkitan kasus virus corona secara global juga dapat membebani pesanan ekspor jika penguncian diperpanjang.

Menurut Ekonom Goldman Sachs Group Inc. data PMI terbaru menunjukkan percepatan ekspansi kegiatan manufaktur, jasa dan konstruksi pada November. Indeks harga menunjukkan tekanan inflasi yang lebih tinggi.

Indikator perdagangan juga menguat, dengan subindeks PMI mencatat pesanan ekspor dan impor naik dari Oktober. Data menggarisbawahi bahwa perusahaan besar telah pulih lebih kuat, dengan indeks untuk perusahaan kecil tertinggal dari indeks untuk perusahaan besar dan menengah.

Zhao Qinghe, ekonom biro statistik mengatakan beberapa bisnis mengatakan keuntungan dan pesanan ekspor berada di bawah tekanan karena yuan yang lebih kuat.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi china manufaktur china pmi manufaktur

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top