Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perlu SDM Mumpuni Jaga Kinerja Angkutan Laut

Supply Chain Indonesia (SCI) menilai SDM mumpuni dibutuhkan untuk menjaga kinerja sektor angkutan laut agar terus bertumbuh positif.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 06 November 2020  |  07:13 WIB
Perlu SDM Mumpuni Jaga Kinerja Angkutan Laut
Pelabuhan Batu Ampar di Batam, Kepulauan Riau. - Pelindo I
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja angkutan laut pada kuartal III/2020 tumbuh positif. Perlu kemampuan SDM mumpuni agar kinerja ini dapat terus berlanjut.

Chairman Supply Chain Indonesia (SCI) Setijadi mengatakan angkutan laut di Indonesia tumbuh 5,2 persen pada periode Juli hingga September 2020. Pada periode tiga bulan sebelumnya, yaitu Maret hingga Mei 2020, angkutan laut turun 1,8 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Stastistik (BPS), volume angkutan laut pada periode September sebesar 26,58 juta ton atau naik 3,86 persen m-to-m dan 3,52 persen y-on-y.

Menurutnya, para pelaku usaha dan pemangku kepentingan di sektor maritim perlu meningkatkan efisiensi transportasi laut agar dapat berperan penting dalam pemulihan ekonomi Indonesia.

"Efisiensi sektor maritim sangat dipengaruhi oleh pemahaman para pemangku kepentingan terhadap supply chain management [SCM] sektor itu. Pemahaman SCM itu harus komprehensif dan secara end-to-end karena efisiensi logistik tidak hanya dipengaruhi oleh proses kepelabuhanan maupun pelayaran," katanya, Kamis (5/11/2020).

Mengacu analisis INSA dan Pelni, misalnya, biaya kepelabuhanan (di pelabuhan asal dan pelabuhan tujuan) sekitar 31 persen dan transportasi laut sekitar 19 persen dari keseluruhan biaya transportasi. Sementara, biaya transportasi hinterland (di wilayah asal dan tujuan) justru lebih besar, yaitu sekitar 50 persen.

Proses kepelabuhanan dan pelayaran melibatkan operator terminal, forwarder, port agent, liner agent, dan shipping company. Sementara proses di darat terutama melibatkan pengirim barang dan penerima barang, serta forwarder dan perusahaan transportasi.

Para pelaku usaha di sektor maritim harus memahami kompleksitas sektor maritim dan peran para pemangku kepentingan dalam sektor tersebut, termasuk sekitar 18 instansi/pihak dalam proses kepelabuhanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi pelabuhan
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top