Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian PUPR: Realisasi Padat Karya SDA Capai Rp2,68 Triliun

Realisasi program Padat Karya Tunai Kementerian PUPR bidang SDA telah mencapai Rp2,68 triliun atau sekitar 85,3 persen dari pagu Rp3,14 triliun.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 31 Oktober 2020  |  17:06 WIB
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) mengunjungi pembangunan jalan program padat karya tunai di Kampung Kokoda, Distrik Sorong Manoi, Sorong, Papua Barat Jumat (13/4/2018). - Antara/Yulius Satria Wijaya
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (kiri) mengunjungi pembangunan jalan program padat karya tunai di Kampung Kokoda, Distrik Sorong Manoi, Sorong, Papua Barat Jumat (13/4/2018). - Antara/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Jaringan Irigasi di Proyek Food Estate Kalteng Mulai Dibangun melaporkan realisasi program padat Karya Tunai bidang sumber daya air (SDA) telah mencapai Rp2,68 triliun atau sekitar 85,3 persen dari pagu Rp3,14 triliun, pada Oktober 2020.

Berdasarkan data progres program Padat Karya Tunai Kementerian PUPR, Sabtu (31/10/2020), realisasi program Padat Karya Tunai bidang SDA tersebut, terdiri dari Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) sebesar Rp1,98 triliun. P3TGAI merupakan kegiatan perbaikan jaringan irigasi, rehabilitasi jaringan irigasi dan peningkatan jaringan irigasi secara partisipatif yang dilaksanakan oleh kelompok P3A di wilayah pedesaan.

Kemudian Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan jaringan irigasi dan rawa yang pada Oktober 2020 telah terealisasi Rp141,1 miliar. Adapun, untuk Operasi & Pemeliharaan sungai dan pantai sebesar Rp159,4 miliar, lalu Operasi & Pemeliharaan air tanah dan air baku Rp71,15 miliar.

Untuk kegiatan Padat Karya Pembuatan Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan atau ABSAH pada Oktober 2020 terealisasi sebesar Rp35,30 miliar.

ABSAH berupa pembangunan infrastruktur penyediaan air baku mandiri yang berfungsi untuk menampung air hujan dalam tampungan yang disaring dengan media akuifer buatan dengan menggunakan tenaga masyarakat setempat.

Program Padat Karya Tunai dilaksanakan melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku pembangunan, khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi.

Tujuan utama Program Padat Karya Tunai adalah untuk mempertahankan daya beli masyarakat di pedesaan atau mendistribusikan uang pembangunan ke desa-desa.

Selain untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dan meningkatkan daya beli masyarakat, Program Padat Karya Tunai juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa maupun pelosok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

infrastruktur Kementerian PUPR

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top