Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Pastikan Keputusan Kenaikan Cukai Rokok Pekan Depan

Keputusan ini diambil oleh Presiden Joko Widodo seusai melakukan rapat terbatas tentang kenaikan CHT pada Senin siang (26/10/2020) kemarin.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  14:34 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan pengantar dalam rapat terbatas antisipasi bencana hidrometeorologi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10 - 2020). / Youtube Setpres
Presiden Joko Widodo menyampaikan pengantar dalam rapat terbatas antisipasi bencana hidrometeorologi di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/10 - 2020). / Youtube Setpres

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah segera mengambil keputusan terkait kenaikan tarif cukai hasil tembakau atau CHT paling lambat pekan depan.

Keputusan ini diambil oleh Presiden Joko Widodo seusai melakukan rapat terbatas tentang kenaikan CHT pada Senin siang (26/10/2020) kemarin.

"Kemarin siang sudah disampaikan ke presiden. Tinggal ditunggu minggu depan keputusannya," kata Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo, Selasa (27/10/2020).

Prastowo tak menjelaskan secara terperinci berapa kenaikan tarif cukai bakal ditetapkan oleh pemerintah. Namun kemungkinan kenaikan tarif cukai rokok tahun depan tak akan melebihi angka 19 persen. "Kayaknya lebih rendah [dari 19 persen]," jelasnya.

Adapun peratuan terkait kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) terus dimatangkan. Pemerintah tercatat beberapa kali menggelar rapat untuk mencari formulasi tarif yang adil bagi semua pihak.

Pada Minggu (25/10/2020) misalnya, pemerintah menggelar rapat di Kementerian Koordinator Perekonomian. Dalam rapat tersebut muncul informasi bahwa kenaikan tarif cukai rokok akan berada di kisaran 15 persen - 17 persen.

Dalam catatan Bisnis, kenaikan tarif tersebut masih di dalam perkiraan pemerintah sebelumnya. Presiden Joko Widodo telah mengarahkan jajarannya untuk menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada 2021 di kisaran 13 persen - 20 persen. Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani mengajukan angka 17 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Cukai Rokok cukai hasil tembakau
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top