Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Optimistis Ekonomi Domestik Perlahan Membaik, Ini Tanda-Tandanya!

Pemulihan tersebut didukung terutama oleh belanja pemerintah yang meningkat didorong stimulus fiskal terkait perlindungan sosial dan dukungan UMKM.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  13:24 WIB
Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020).  Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan keluar dari pintu salah satu gedung Bank Indonesia di Jakarta, Senin, (20/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) optimistis ekonomi Indonesia secara perlahan membaik, yang didukung oleh perbaikan ekspor dan stimulus fiskal.

Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menyampaikan beberapa perkembangan terkini mengindikasikan pemulihan permintaan domestik, setelah mengalami kontraksi pertumbuhan pada kuartal II/2020.

"Pemulihan tersebut didukung terutama oleh belanja pemerintah yang meningkat didorong stimulus fiskal terkait perlindungan sosial dan dukungan UMKM," katanya dalam siaran pers, Kamis (15/10/2020).

Adapun hingga September 2020, realisasi stimulus fiskal telah mencapai Rp318,48 trilliun atau 45,81 persen dari pagu anggaran belanja Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono jg menyampaikan bank sentral meyakini penyerapan anggaran dan belajar negara akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami akan review tiap bulan, transaksi pemerintah akan tinggi, jadi kami siap support,” katanya, Rabu (14/10/2020).

Dari sisi global, BI menyebut perbaikan ekonomi terus berlanjut, yang dipengaruhi oleh besarnya stimulus fiskal di beberapa negara maju, terutama AS dan China. Pemulihan ekonomi tercermin dari peningkatan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur dan Jasa di beberapa negara, serta keyakinan konsumen di AS dan kawasan Eropa.

Meski demikian, ketidakpastian pasar keuangan global masih tetap tinggi, dipicu isu geopolitik. Hal ini berdampak pada terbatasnya aliran modal ke negara berkembang dan menahan penguatan mata uang berbagai negara, termasuk Indonesia.

BI menyatakan akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah dan otoritas terkait ke depannya. Koordinasi kebijakan dengan pemerintah, OJK, dan LPS untuk memperkuat stabilitas sistem keuangan serta mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan bagi pemulihan ekonomi nasional.

"Selain itu, BI juga akan terus mempercepat digitalisasi pembayaran dan perluasan ekosistem digital melalui kolaborasi dengan Pemerintah, bank, fintech, dan e-commerce untuk pemulihan ekonomi nasional," kata Onny.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia pemulihan ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top