Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wabah Covid-19 Meluas di Eropa, Eksportir Alihkan Produk ke Asia Timur

Keyakinan konsumen di Eropa cenderung lebih rentan dibandingkan dengan pasar negara berkembang dan negara-negara Asia.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 14 Oktober 2020  |  18:52 WIB
Ilustrasi kapal kontainer -  Bloomberg
Ilustrasi kapal kontainer - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta Kamdani mengemukakan bahwa pelaku usaha bakal lebih melihat prospek ekspor ke negara-negara Asia Timur dengan pengendalian Covid-19 karena berimbas pada permintaan yang lebih stabil.

Hal ini dia sampaikan menyusul rencana pembatasan aktivitas yang bergulir di negara-negara Eropa akibat lonjakan kasus Covid-19.

“Eksportir nasional akan melakukan trade diversion dari negara-negara Eropa ke negara Asia Timur seperti China, Jepang, dan Korea Selatan yang sudah lebih stabil dari segi pengendalian wabah dan normalisasi ekonomi sehingga demand lebih menjanjikan,” kata Shinta kepada Bisnis, Rabu (14/10/2020).

Dia menyebutkan bahwa permintaan pasar global memang akan sangat bergantung pada pengendalian wabah dan upaya pemerintah tiap-tiap negara dalam normalisasi ekonomi. Sebagaimana Indonesia yang bisa memberlakukan pembatasan sosial berskala besar, negara-negara tersebut juga bisa mengambil langkah serupa.

“Eropa pun demikian. Oleh karena itu, kami tidak melihat ada pertumbuhan demand ekspor yang menjanjikan di Eropa meski biasanya pada kuartal keempat ada kenaikan permintaan di negara maju,” lanjut dia.

Selain pertimbangan kebijakan pengendalian Covid-19, Shinta juga menyebutkan bahwa keyakinan konsumen di Eropa cenderung lebih rentan dibandingkan dengan pasar negara berkembang dan negara-negara Asia. Hal ini pulalah yang mendorong pelaku usaha lebih memilih untuk mengalihkan fokus.

Meski demikian, Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Handito Joewono tetap meyakini bahwa negara-negara tujuan ekspor yang tengah menghadapi lonjakan kasus Covid-19 bisa lebih antisipatif sehingga tak terlalu memengaruhi aktivitas dagang.

Dia menyebutkan sejumlah komoditas ekspor tujuan Eropa tetap menunjukkan tren positif seperti pengiriman cokelat dan kopi.

“Saya melihat kalau ada lonjakan kasus negara-negara ini lebih siap menanggulangi sehingga tak memengaruhi perdagangan. Selain itu banyak negara sudah siap untuk pemulihan ekonomi,” kata Handito secara terpisah.

Di balik optimisme itu, Handito tak memungkiri jika negara-negara tujuan ekspor sejatinya juga bakal mengedepankan produksi dalam negeri untuk pemenuhan permintaan domestik masing-masing.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa Indonesia juga tetap perlu menjaga pasar domestik sembari mempertahankan pasar yang ada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perdagangan
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top