Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank Indonesia: Penjualan Eceran Juli 2020 Masih Alami Kontraksi

indeks penjualan riil pada Juli 2020 masih mengalami pertumbuhan negatif, yaitu -12,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), namun membaik dibandingkan Juni 2020 yang sebesar -17,1 persen yoy.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 09 September 2020  |  11:29 WIB
Bank Indonesia: Penjualan Eceran Juli 2020 Masih Alami Kontraksi
Konsumen memilih makanan dan bahan makanan di salah satu supermarket di Jakarta, Kamis (7/5 - 2020). BISNIS.COM
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Survei Penjualan Eceran yang dilakukan Bank Indonesia (BI) menunjukkan adanya perbaikan di penjualan eceran selama Juli 2020, meski masih dalam fase kontraksi.

Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengutarakan, indeks penjualan riil pada Juli 2020 masih mengalami pertumbuhan negatif, yaitu -12,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), namun membaik dibandingkan Juni 2020 yang sebesar -17,1 persen yoy.

BI mencatat, perbaikan penjualan diperkirakan terjadi pada hampir seluruh kelompok komoditas yang disurvei, dengan jontraksi paling rendah yaitu penjualan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau, yang tumbuh -1,9 persen yoy.

Perbaikan juga terjadi pada kelompok barang budaya dan rekreasi dengan pertumbuhan -38,7 persen yoy, membaik dari bulan sebelumnya sebesar -44,6 persen yoy.

"Membaiknya kinerja penjualan eceran didorong oleh daya beli masyarakat yang membaik dan pelonggaran berbagai aktivitas sosial sejalan dengan implementasi AKB [adaptasi kebiasaan baru]," kata Onny melalui keterangan resmi," Rabu (9/9/2020).

Adapun, perbaikan penualan eceran tersebut terjadi di hampir seluruh kota pada Juli 2020. Dari sepuluh kota yang disurvei, peningkatan penjualan eceran tertinggi terjadi di Kota Manado, meningkat sebesar 32,4 persen yoy pada Juli 2020.

Sementara, kota lainnya masih dalam fase kontraksi, seperti Semarang yang tumbuh -15,2 persen yoy, Surabaya dengan pertumbuhan -0,4 persen yoy, dan Banjarmasin yang tumbuh -32,4 persen yoy.

Onny mengatakan membaiknya penjualan eceran di daerah survei sejalan dengan implementasi AKB sehingga sejumlah pertokoan telah beroperasi kembali disertai dengan peningkatan daya beli masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia penjualan eceran daya beli
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top