Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aturan Kapasitas Penumpang Pesawat, Ombudsman: Perlu Permenhub

Ombudsman menilai Kemenhub perlu menerbitkan peraturan menteri terkait dengan pengaturan kapasitas maksimal penumpang pesawat agar memiliki sanksi lebih tegas.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 07 September 2020  |  17:01 WIB
Dua pramugari melintas di lorong pesawat dalam acara Kartini Flight yang diadakan Sriwijaya Air Group, Minggu (21/42019). - Bisnis/Sriwijaya Air Group
Dua pramugari melintas di lorong pesawat dalam acara Kartini Flight yang diadakan Sriwijaya Air Group, Minggu (21/42019). - Bisnis/Sriwijaya Air Group

Bisnis.com, JAKARTA – Ombudsman telah memberikan saran kepada Kementerian Perhubungan untuk mengatur kajian terbaru pembahasan persyaratan perjalanan dan pengaturan kembali batas maksimum kapasitas pesawat melalui permenhub agar sanksinya bisa ditegakkan dengan lebih tegas.

Pemerhati penerbangan yang juga anggota Ombudsman Alvin Lie membenarkan adanya pertemuan bersama dengan Kementerian Perhubungan pada hari ini Senin (7/9/2020). Alvin menuturkan hasil pertemuan dan diskusi menyepakati untuk melakukan kajian mendalam sejumlah kebijakan penerbangan selama masa adaptasi normal baru ini.

Tinjauan kembali dilakukan untuk mengetahui apakah kebijakan tersebut masih relevan dan efektif supaya bisa dilakukan perbaikan. Tujuan utamanya adalah mempermudah melakukan perjalanan dengan transportasi udara tanpa mengurangi efektivitas pencegahan Covid-19. Supaya tujuan tercapai, lanjut Alvin, telah dibentuk tim kecil guna merumuskan aturannya.

Alvin menyebutkan isu utama yang dibahas mencakup kemungkinan pelonggaran kapasitas muat yang saat ini mencapai 70 persen dan persyaratan jaga jarak di dalam kabin.

“Saya juga sudah berpendapat saat ini terlalu banyak SE yang diterbitkan. Padahal SE bukan aturan perundangan sehingga tidak bisa digunakan sebagai landasan menjatuhkan sanksi. Jadi memang sebaiknya diatur dengan Permenhub bukan dengan SE,” jelasnya, Senin (7/9/2020).

Alvin menuturkan selain TransNusa yang sudah menutup operasional penerbangannya, maskapai lain juga sudah benapas dengan tersengal-sengal. Menurutnya dengan tidak adanya perubahan kebijakan dan implementasi insentif atau stimulus yang telah dijanjikan oleh pemerintah, akan menjadi berat bagi maskapai untuk bertahan hidup.

Alvin menyebutkan masa depan industri transportasi udara sedang suram. Setelah pandemi resesi sudah siap menerkam. Setelah itu perkembangan mobil terbang, sepeda motor terbang, pesawat nirawak (drone) juga siap merombak tatanan industri ini.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top