Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Masa Tanam Kedua, Kementan Pastikan Distribusi Pupuk Bersubsidi Aman

Pemerintah memastikan ketersediaan pupuk, kesiapan pupuk dan ketepatan distribusi serta penerima subsidi pupuk dapat terjaga.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 06 September 2020  |  14:08 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat pupuk urea di gudang pupuk lini III PT Pupuk Kujang, di Klari, Karawang, Jawa Barat, Jumat (19/5). - Antara/Gilang
Pekerja melakukan bongkar muat pupuk urea di gudang pupuk lini III PT Pupuk Kujang, di Klari, Karawang, Jawa Barat, Jumat (19/5). - Antara/Gilang

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan pasokan pupuk bersubsidi untuk petani berada pada posisi aman. Hal itu dibutuhkan untuk menyiapkan musim tanam kedua tahun ini.

Kepastian pasokan pupuk tersebut diperolehnya setelah melakukan inspeksi dadakan di gudang pupuk PT Petrokimia dan PT Pupuk Kujang Lini III yang berada di kawasan pertanian Pantura Jawa Barat, Indramayu pada akhir pekan ini.

Kunjungan kali ini dalam rangka mengecek stok ketersediaan pupuk subsidi guna mengantisipasi kekurangan atau alokasi kebutuhan para petani sehingga meskipun di masa pandemi Covid-19, ketersediaan pupuk tetap aman.

"Saya memastikan ketersedian stok aman. Pendistribusian pupuk harus benar-benar untuk petani yang memiliki lahan di bawah 2 hektare, jangan sampai salah sasaran penerima. Untuk selesaikan permasalahan distribusi kita menyikapinya dengan membutuhkan detailing check and re-check di lapangan. Sehingga pupuk subsidi didistribusikan sesuai dengan kebutuhan," katanya melalui siaran pers, Minggu (6/9/2020).

Syahrul mengemukakan dari hasil sidak yang dilakukan pun terdata ketersediaan dan kesiapan pupuk cukup baik. Pemerintah akan terus memastikan pupuk harus terus dilakukan pengecekan sehingga ketersediaan pupuk, kesiapan pupuk dan ketepatan distribusi serta penerima subsidi pupuk dapat terjaga.

Menurut Syahrul pemberian subsidi pupuk harus sebanding dengan peningkatan hasil produksi. Ia memaparkan bahwa dalam tiga bulan terakhir distribusi pupuk diawasi dengan ketat sehingga produktivitas yang kita butuhkan dapat tercapai.

"Musim tanam kesatu dengan 7,4 juta ton hektare pupuknya sudah aman hasilnya produktivitas aman. Kita berharap musim tanam kedua atau musim tanam kering ini seluas 5,8 juta ton hektare dapat mendapatkan pemupukan yang baik sehingga produktivitasnya juga dapat meningkat,"tuturnya.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan guna mensukseskan upaya peningkatan produksi dan kesejahteraan petani, penambahan alokasi subsidi pupuk akan direncanakan mencapai volume 1 juta ton.

Program itu menelan anggaran sekitar Rp3,14 triliun. Dengan penambahan itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi yang kurang di sejumlah wilayah Indonesia.

Kementan menerapkan mekanisme pendistribusian pupuk bersubsidi dengan eRDKK. Penyaluran pupuk subsidi melalui eRDKK terbukti hasilnya efisien. 

"Data penerima valid hingga 94 persen sebab didukung data akurat berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) hasil pemadanan dengan Dukcapil sehingga lebih valid," katanya.

Direktur Utama Pupuk Kujang Maryadi mengatakan pihaknya telah menyediakan stok pupuk dalam jumlah yang aman. Stok pupuk urea bersubsidi wilayah Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa Tengah tercatat sebanyak 122.533 ton atau 11,47 persen dari ketentuan Distan sebesar 10.687 ton. Sampai dengan 30 Agustus 2020, pihaknya telah menyalurkan 10,4 persen pupuk subsidi kepada petani.

"Jumlah tersebut setara dengan sekitar 475.818 ton pupuk, dari ketentuan dinas pertanian sebesar 457.188 ton dan Pupuk Kujang sudah menyalurkan sesuai lokasi dari pemerintah," ujar Maryadi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kementan pupuk pupuk bersubsidi
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top