Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos Freeport Sebut Usulan Penundaan Smelter Masih Dibahas

Hingga Juli 2020, realisasi pembangunan smelter katoda tembaga PTFI baru mencapai 5,86 persen. Realisasi itu berada di bawah perencanaan yang seharusnya pembangunan telah mencapai 10,5 persen.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 05 September 2020  |  07:54 WIB
Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot (kiri) menyerahkan Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK) kepada Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas (kanan) di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/12/2018). - ANTARA/Hafidz Mubarak A
Dirjen Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot (kiri) menyerahkan Izin Usaha Pertambangan Khusus Operasi Produksi (IUPK) kepada Direktur Utama Freeport Indonesia Tony Wenas (kanan) di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/12/2018). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menegaskan hingga saat ini pengajuan permintaan relaksasi target waktu penyelesaian pembangunan smelter atau fasilitas pengolahan dan permunian di Gresik, Jawa Timur belum mendapatkan penolakan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurut Tony, PTFI dan Kementerian ESDM masih mendiskusikan permohonan tersebut.

"Belum terima surat penolakan. Kami terus berdiskusi dengan Kementerian ESDM dalam hal ini Ditjen Minerba soal jadwal pembangunan smelter," ujar Tony dalam sebuah webinar, Jumat (4/9/2020).

Hingga Juli 2020, realisasi pembangunan smelter katoda tembaga PTFI baru mencapai 5,86 persen. Realisasi itu berada di bawah perencanaan yang seharusnya pembangunan telah mencapai 10,5 persen pada Juli 2020.

Adapun, pembangunan fasilitas precious metal refinery (PMR), yang pembangunannya terpadu dengan smelter katoda tembaga, juga menunjukkan kemajuan yang lambat. Hingga Juli 2020, dari target rencana pengerjaan 14,29 persen, realisasinya baru mencapai 9,79 persen.  

Dalam 6 bulan ini, pengerjaan proyek smelter terhenti karena kontraktor EPC dan vendor internasional untuk pembangunan smelter terkendala pembatasan di negara masing-masing karena situasi pandemi Covid-19.  

Oleh karena itu, PTFI mengajukan relaksasi target waktu penyelesaian proyek selama 12 bulan sehingga target waktu penyelesaian mundur menjadi 2024.

Sebelumnya, Komisi VII DPR RI meminta Dirjen Minerba Kementerian ESDM untuk tidak memberikan relaksasi berupa penundaan pembangunan smelter PTFI.

Sementara itu, dalam kunjungannya ke proyek smelter PTFI, Selasa (1/9/2020), Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif,  meminta proyek strategis tersebut dapat dipercepat penyelesaiannya agar segera memberi manfaat nyata bagi bangsa Indonesia.

"Saya berharap proyek smelter PT Freeport ini bisa segera selesai, kami akan terus mendorong ini karena jika ini selesai kami tinggal mendorong industri hilirnya supaya bisa berkembang," ujar Arifin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Freeport smelter kementerian esdm
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top