Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OK OCE Targetkan Gandeng 2 Juta UMKM Hingga 2024

Saat ini, OK OCE juga telah melakukan kerjasama dengan 8 pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota serta 71 pihak swasta baik perusahaan, yayasan, dan universitas.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 03 September 2020  |  15:36 WIB
Pekerja memotret produk sepatu Prospero yang akan dipasarkan melalui platform digital di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (3/7/2020).  - ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Pekerja memotret produk sepatu Prospero yang akan dipasarkan melalui platform digital di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (3/7/2020). - ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Bisnis.com, JAKARTA — Gerakan sosial penciptaan lapangan kerja berbasis kewirausahaan OK OCE Indonesia menargetkan hingga 2024 dapat menggandeng 2 juta anggota dengan 500 komunitas penggerak.
Sekretaris Jenderal OK OCE Indonesia Herie Marjanto mengatakan hingga Agustus 2020 ini OK OCE telah memiliki 156 komunitas penggerak dengan jumlah warga yang tergabung sebanyak 378.212 anggota. 
Saat ini, OK OCE juga telah melakukan kerjasama dengan 8 pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota serta 71 pihak swasta baik perusahaan, yayasan, dan universitas.
"OK OCE memiliki kurikulum untuk UMKM mulai dari pelatihan hingga permodalan," kata Herie melalui Webinar Penguatan UMKM melalui penerapan SNI, Kamis (3/9/2020).
Pendiri OK OCE Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno menambahakan saat ini  yang paling penting adalah menyiapkan diri utamanya bagi UMKM agar tetap bertahan usai dihantam penurunan daya beli masyarakat sejak awal terjadinya pandemi Covid-19.
Sandiaga mengemukakan ada tiga pilar yang harus dijaga oleh UMKM saat ini. Pertama, penguatan dalam bidang kesehatan. Kedua, penyediaan pangan dari hulu ke hilir. Ketiga, perilaku bermasyarakat.
Menurut Sandiaga paling tidak hingga vaksin tersedia, penerapan standar protokol kesehatan tidak diabaikan dalam setiap kegiatan mulai dari produksi, distribusi, hingga transaksi.
Pasalnya, dalam kondisi pandemi saat ini bertahan dengan komunitas dengan program belanja dari teman dan belanja dari tetangga akan lebih menguntungkan untuk bersama.
"Jangan pernah sia-siakan hikmah dari pandemi ini karena banyak kemudahan yang ditawarkan mulai dari akses pembiayaan dan lainnya," ujar Sandiaga.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm sandiaga uno
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top