Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pancing Minat Wisatawan Domestik, Ini yang Dilakukan Wishnutama

Penyelenggaraan pagelaran ini pun diharapkan dapat kembali memancing perputaran ekonomi di sektor ekonomi kreatif.
Konser digelar selama 3 hari, dan saban hari sekitar 300 mobil berbaris rapi di depan panggung. /HYUNDAI
Konser digelar selama 3 hari, dan saban hari sekitar 300 mobil berbaris rapi di depan panggung. /HYUNDAI

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mulai menyelenggarakan sejumlah pagelaran seni untuk memancing minat wisatawan domestik untuk  kembali berlibur di era normal baru ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengemukakan setidaknya pihaknya telah menyelenggarakan empat pertunjukan seni sejak Juli 2020.

Penyelenggaraan pagelaran ini pun diharapkan dapat kembali memancing perputaran ekonomi di sektor ekonomi kreatif.

Keempat pagelaran yang dimaksud antara lain Drive in Concert ‘New Live Experience’ di Jakarta (29-30 Agustus 2020), Bali Revival 2020 di Ubud (16-17 Agustus 2020), Art Jog 2020 di Yogyakarta (8 Agustus-10 Oktober 2020), dan Prambanan Jazz Online di Prambanan (18 Juli 2020).

“Festival-festival itu mendapatkan respons positif di dunia inernasional, diberitakan di Reuters, New York Times. Hal ini tentunya memberikan persepsi positif terhadap pelaksaaan protokol kesehatan di Indonesia,” katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi X DR RI, Rabu (2/9/2020).

Menurutnya, gebrakan semacam ini sangat dibutuhkan untuk kembali menggerakkan perekonomian di sektor pariwisata meski jumlah penontonnya jauh lebih sedikit dibandingkan pagelaran seni pada umumnya.

Drive in concert [misalnya] cuma 900 mobil. Paling banyak [pengunjungnya] 2.000-an orang. Secara bisnis belum menguntungkan, tetapi inspiring others untuk semangat di sektor ekonomi kreatif,” tekannya.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Muhammad Khadafi setuju dengan pernyataan Wishnutama tersebut.

“Sangat setuju dengan festival, walaupun secara dihitung keuntungan tidak ada. Upaya  membangun gairah ini harus teras digalakkan agar komunikasi pelaku pariwsata ekonomi kreatif terus semangat," jelasnya.

Tak hanya itu, dia juga meminta pemerataan destinasi pariwisata di daerah sejalan dengan komitmen pemerintah yang ingin menggenjot kunjungan wisatawan domestik di era normal baru ini.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper