Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Produksi Beras 2020 Masih Akan Surplus

Wakil Presiden Ma`ruf Amin memperkirakan produksi beras akan turun dibandingkan 2 tahun sebelumnya. Namun, hasilnya masih akan surplus.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 01 September 2020  |  12:15 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra
Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan keterangan kepada wartawan tentang penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin (23/3/2020). Wapres meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terkait jenazah pasien positif virus corona (COVID-19) yang meninggal dunia. ANTARA FOTO - Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Ma`ruf Amin menyebut produksi beras masih akan mengalami surplus pada akhir tahun meski memperkirakan produksi pangan ini menurun.

“Produksi beras kita diperkirakan akan lebih kecil dibandingkan dengan produksi beras pada tahun 2018 dan 2019, walaupun masih akan menyisakan sedikit surplus pada akhir tahun 2020,” katanya, Selasa (1/9/2020).

Dia menuturkan pemerintah mengambil berbagai langkah strategis dalam rangka menjamin ketersediaan stok pangan nasional sehingga ketahanan pangan nasional dapat tetap terjaga.

Sejumlah langkah-langkah yang diambil adalah melakukan upaya intensifikasi, diversifikasi pangan, penguatan cadangan beras pemeritah daerah, serta membangun lumbung pangan masyarakat.

Sementara itu, penurunan terjadi akibat sejumlah faktor. Dua di antaranya adalah musim kemarau yang melanda sedikitnya 30 persen wilayah pertanian serta menurunnya lahan pertanian dari tahun ke tahun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto dalam konferensi pers pagi tadi mengatakan bahwa gabah kering panen di tingkat petani harga naik 0,61 persen pada Agustus 2020 dibandingkan Juli 2020. Kondisi ini akibat jumlah panen berkurang sehingga harga gabah meningkat.

Selain itu, harga beras kualitas premium di penggilingan juga mengalami peningkatan 0,31 persen pada Agustus 2020 terhadap Juli 2020. Akan tetapi harga beras grosir dan eceran di konsumen justru mengalami penurunan.

“ini menunjukkan bahwa harga beras sangat terjaga, dengan di Bulog cukup sehingga dari sisi konsumen harga beras masih mengalami penurunan dibandingka bulah Juli 2020,” sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertanian produksi beras Ma'ruf Amin wapres ma'ruf amin
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top