Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengadaan Lahan Proyek Tol Jogja-Solo Dimulai Awal September

Masyarakat diminta agar menjaga batas tanda sesuai trase proyek tol Jogja—Solo yang telah disosialisasikan dan disepakati.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  10:46 WIB
Sejumlah warga mengikuti sosialisasi rencana pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Yogyakarta--Solo di kantor Kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (4/12/2019)./ANTARA FOTO-Hendra Nurdiyansyah - foc.
Sejumlah warga mengikuti sosialisasi rencana pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol Yogyakarta--Solo di kantor Kelurahan Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (4/12/2019)./ANTARA FOTO-Hendra Nurdiyansyah - foc.

Bisnis.com, SLEMAN — Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan bahwa proses pengadaan lahan untuk proyek jalan tol Yogyakarta—Solo akan dilaksanakan mulai awal September 2020.

"Proses pengadaan tanah rencananya akan dilakukan pada 1 September 2020 dan ditarget selama 30 hari," kata Kepala Kanwil BPN DIY Tri Wibisono, Senin (24/8/2020).

Menurutnya, pengadaan tanah akan dimulai dengan pengukuran tanah yang nantinya akan ditandai dengan patok sebagai batas tanda.

"Pengadaan setelah ada permohonan dari instansi yang memerlukan tanah. Pembentukan tim untuk inventarisasi dan identifikasi untuk pemetaan dan pengukuran sekaligus pengumpulan data yuridis," katanya.

Tri menuturkan bahwa pemerintah desa maupun masyarakat yang terdampak proyek strategis nasional tersebut, diimbau untuk bersiap. Salah satunya dengan menyiapkan dokumen maupun data pendukung kepemilikan hak atas tanah yang tergusur.

"Kami harapkan masyarakat dan pemerintah desa sudah bisa menyiapkan data masing-masing, agar bisa berjalan dengan baik. Penanaman tanda batas sudah dilakukan beberapa waktu lalu," katanya.

Tri mengatakan bahwa izin penetapan lokasi yang telah ditetapkan pada Juli lalu, agar bisa dipatuhi masyarakat untuk tidak mengalihkan kepemilikan tanah. Masyarakat diminta agar menjaga batas tanda sesuai trase yang telah disosialisasikan dan disepakati.

"Untuk lahan sisa jika pihak instansi yang memerlukan tanah setuju dan masyarakat setuju, nanti masyarakat akan melakukan permohonan. Terus nanti pihak penilai akan menilai dan akan diberikan kepada instansi yang memerlukan tanah. Kami kemudian melakukan sertifikasi tanah baik yang sesuai dengan trase tol atau yang sisa sisa tanah yang disepakati," katanya.

Menurutnya, proses pengukuran ditargetkan selesai kurang lebih 30 hari terhitung sejak 1 September 2020. Setelah pengukuran selesai, diharapkan akan dilanjutkan pada proses ganti untung.

"Targetnya 30 hari selesai. Nanti penyerahan dari satgas A [pengukuran dan pemetaan] dan satgas B [identifikasi dan inventarisasi benda] ke ketua pelaksana. Ketua pelaksana ke pihak apraisal untuk dinilai [ganti untungnya]," katanya.

Sementara itu, PPK Satker Jalan Tol Yogyakarta—Solo Wijayanto mengatakan bahwa yang harus diselesaikannya untuk seksi satu ini dari mulai Kartasura, Jawa Tengah, hingga Desa Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman, dengan alokasi anggaran seksi satu sekitar Rp6,2 triliun.

"Yang tahun ini anggarannya yang sedang diajukan dan kalau disetujui Rp1,9 triliun yang harus bisa terserap. Kalau ini lancar semua, pengukuran, identifikasi dan inventarisasi tanahnya bisa selesai September dan Oktober tanpa kendala, November kami bisa melaksanakan pembayaran," katanya.

Wijayanto berharap untuk keseluruhan pengadaan tanah seksi satu bisa selesai paling lambat pada pertengahan 2021. "Proses pengerjaan nantinya akan ditarget rampung pada 2022," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol tol solo-yogyakarta

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top