Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akhir Bulan, BP Jamsostek Serahkan Data Calon Penerima Subsidi Gaji

BP Jamsostek menjelaskan penyerahan data tahap pertama dilakukan pada pekan keempat Agustus 2020.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 23 Agustus 2020  |  18:36 WIB
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pegawai melintasi logo BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Cabang BP Jamsostek di Menara Jamsostek, Jakarta, Jumat (10/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mengaku belum menyerahkan data calon penerima subsidi gaji kepada Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang rencananya dilakukan secara bertahap.

Deputi Direktur Bidang Hubungan Masyarakat dan Antar Lembaga BP Jamsostek Irvansyah Utoh Banja mengatakan penyerahan data tahap pertama dilakukan pada pekan keempat Agustus 2020.

"Penyerahan data ke Kemenaker dilaksanakan secara bertahap, tahap pertama direncanakan pada pekan keempat Agustus 2020," ujar Irvansyah kepada Bisnis.com, Minggu (23/8/2020).

Sampai dengan saat ini, lanjutnya, proses pengumpulan nomor rekening dan validasi di BPJS Ketenagakerjaan masih berjalan masih berjalan secara simultan.

Dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W. Kamdani menilai kontribusi subsidi gaji tersebut mesti disertai dengan maksimalnya realisasi stimulus lainnya, termasuk belanja pemerintah melalui APBN dan APBD agar mampu meningkatkan permintaan dan konsumsi domestik

"Subsidi gaji sangat baik untuk memperbaik konsumsi keperluan sehari-hari. Namun, ini hanya bagian kecil dari stimulus ekonomi yang disiapkan pemerintah. Tidak cukup. Ini harus disertai realisasi stimulus lain," ujar Shinta kepada Bisnis.com.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah perlu melakukan sosialisasi lebih intensif mengenai mekanisme bantuan subsidi gaji agar setiap perusahaan dapat mendaftarkan pekerja calon penerima bantuan.

Pemerintah, lanjutnya, juga perlu memberikan fleksibilitas kepada perusahaan yang terlambat membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan akibat terdampak Covid-19 sehingga tetap memiliki kesempatan untuk menerima subsidi gaji.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga kerja
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top