Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubernur BI Yakin Ekonomi Domestik Semester II Membaik, Ini Alasan!

Pertumbuhan ekonomi domestik pada Juli 2020 terlihat mulai membaik, yang tercermin dari kenaikan indikator dini, seperti mobilitas masyarakat, penjualan eceran dan online, keyakinan konsumen, serta ekspektasi kegiatan usaha.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 19 Agustus 2020  |  16:49 WIB
Deretan gedung perkantoran dilihat dari kawasan Gajah Mada, Jakarta, Kamis (25/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Deretan gedung perkantoran dilihat dari kawasan Gajah Mada, Jakarta, Kamis (25/10/2018). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada semester kedua tahun ini akan membaik jika dibandingkan dengan realisasi semester pertama.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2020 mengalami kontraksi yang dalam, yaitu minus 5,32 persen secara year-on-year (yoy). Sementara pada kuartal I/2020, ekonomi Indonesia masih tumbuh positif 2,97 persen yoy.

Perry menjelaskan, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19 memang menyebabkan mobilitas manusia dan barang terbatas.

Alhasil, permintaan domestik, termasuk juga aktivitas produksi dan investasi menjadi tertahan.

Namun, menurut Perry, pertumbuhan ekonomi domestik pada Juli 2020 terlihat mulai membaik, yang tercermin dari kenaikan indikator dini, seperti mobilitas masyarakat, penjualan eceran dan online, keyakinan konsumen, serta ekspektasi kegiatan usaha.

"Pada semester II/2020, pertumbuhan ekonomi domestik diperkirakan membaik didorong kenaikan permintaan domestik sejalan relaksasi PSBB," katanya, Rabu (19/8/2020).

Perry mengatakan, pemulihan ekonomi semester II/2020 juga akan didukung dengan peningkatan realisasi APBN sebagai stimulus kebijakan fiskal, berlanjutnya stimulus kebijakan moneter, kemajuan dalam restrukturisasi kredit dan dunia usaha, serta meluasnya penggunaan media digital.

Di samping itu, kinerja ekspor yang positif terus berlanjut pada Juli 2020, yang tercermin dari kenaikan ekspor sejumlah komoditas, seperti besi dan baja, serta bijih logam.

"Kontraksi ekspor tidak sebesar perkiraan, didorong permintaan khususnya dari China atas beberapa komoditas ekspor seperti besi dan baja, bijih logam, serta pulp dan waste paper," jelasnya.

Perry menambahkan, perekonomian global yang membaik juga mendorong perbaikan prospek kinerja sektor eksternal dan pemulihan ekonomi nasional.

BI, katanya, akan terus memperkuat kordinasi dengan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kuangan, LPS, OJK, dan dunia usaha, untuk bersama-sama mendorong dan pemercepat pemulihan ekonomi nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top