Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

DAMRI Ingin Beli Bus Listrik Pakai Dana Pinjaman ADB

DAMRI berencana untuk meminta pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) sembari memperbaiki struktur keuangan sebelum melakukan pembelian bus listrik.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 12 Agustus 2020  |  21:31 WIB
Deretan bus Damri di Pool Kemayoran, Jakarta -  Antara/Fanny Octavianus
Deretan bus Damri di Pool Kemayoran, Jakarta - Antara/Fanny Octavianus

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan Umum (Perum) Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) berfokus memperbaiki struktur keuangannya sebelum bisa beli bus listrik. Rencananya, DAMRI akan minta pinjaman dari Asian Development Bank (ADB).

Direktur Utama Perum DAMRI, SN Milatia Moemin mengatakan pihaknya sejak 2018 sudah merencanakan ekspansi besar bus listrik, tetapi karena belanja modal cukup besar, butuh waktu agar dapat pinjaman yang tepat. Pihaknya fokus memperbaiki struktur keuangannya agar mendapatkan rating yang baik dan sesuai persyaratan pinjaman dari ADB yang wajib minimal dengan rating B+.

"Bus listrik itu upfront expense besar, kami harus perbaiki dari awal, harus ubah struktur keuangan jadi saat sampai ke masyarakat bisa lebih murah. Pasalnya, pakai pinjaman komersial bank berat sekali untuk DAMRI," jelasnya, Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, jika DAMRI menggunakan pinjaman dari perbankan, bunga pinjamannya lebih tinggi dari ADB sehingga beban yang diberikan kepada masyarakat berupa tarif akan lebih besar.

Milatia memiliki dua skema pengadaan bus listrik di layanan DAMRI, yakni melalui penggantian bus angkutan bandara soekarno-hatta dan masuk ke pengadaan bus dari Transjakarta.

"Skema pertama DAMRI mengganti 400-500 unit bus yang ada di Bandara Soekarno Hatta dalam 5 tahun, 70 persen dari armada itu, ini skema awal," urainya.

Dia sudah mengevaluasi 30 rute DAMRI ke Bandara Soekarno-Hatta dan hasilnya terdapat tiga rute potensi operasi bus listrik tahap awal 50 bus. Ketiga rute tersebut, Gambir, Rawamangun, Bekasi atau Gambir, Rawamangun, Bogor. Adapun skema kedua, masuk menjadi layanan Transjakarta (TJ). Hal ini sangat bergantung dari TJ, imbuhnya, karena menjadi hak TJ memilih operator bus listrik yang bekerja sama dengannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik damri
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top