Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fadli Zon: Pemerintah Salah Resep, Indonesia Masuk Resesi

Pemerintah dinilai lamban dan salah resep dalam mengantisipasi terjadinya krisis, terkait pandemi maupun eksesnya bagi perekonomian.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  15:07 WIB
Fadli Zon (kiri) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan), Rabu (14/3/2018). - Antara/Puspa Perwitasari
Fadli Zon (kiri) bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan), Rabu (14/3/2018). - Antara/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR Fadli Zon mengatakan pemerintah terbukti lamban dan salah resep dalam mengantisipasi terjadinya krisis, baik terkait pandemi maupun eksesnya bagi perekonomian nasional.

Penilaian itu disampaikan Fadli Zon setelah Badan Pusat Statistik mengumumkan bahwa produk domestik bruto pada kuartal II (Q2) minus 5,32 persen.

Menurut Fadli, angka itu jauh lebih buruk daripada ekspektasi pemerintah yang sebelumnya memperkirakan hanya akan minus 4,3 hingga 4,8 persen saja, dengan angka batas bawah minus 5,1 persen.

“Nyatanya, perekonomian kita merosot lebih buruk dari itu. Ini adalah peringatan agar kita waspada terhadap narasi optimistis yang selalu didengungkan pemerintah,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (7/8/2020).

Fadli mengakui bahwa di tengah pandemi Covid-19 saat ini, resesi adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Akan tetapi, di tengah keniscayaan itu, pemerintah kita seharusnya bisa mengantisipasi agar kerusakan yang paling buruk tidak terjadi.

“Inilah sepertinya yang gagal diperlihatkan dalam beberapa bulan terakhir,” kata Fadli.

Menurut Fadli, meski di atas kertas yang disebut resesi adalah ketika pertumbuhan ekonomi dilaporkan minus dua kuartal berturut-turut atau lebih, namun secara de facto Indonesia sudah berada di tengah resesi.

Hanya soal waktu saja BPS nanti akan mengumumkan bahwa kuartal III-2020 juga pertumbuhan ekonomi akan kembali minus.

“Sejak awal pemerintah memang gagal menetapkan prioritas. Saat kasus Covid-19 pertama kali dikonfirmasi masuk ke Indonesia, awal Maret lalu, dengan alasan ekonomi pemerintah menolak melakukan karantina wilayah. Padahal, perekonomian mustahil tumbuh jika negara gagal mengatasi pandemi,” kata Fadli.

Akibat kelalaian itu, ujarnya, per hari ini pemerintah bisa dikatakan tak berhasil menangani keduanya. Kita saat ini menghadapi tekanan besar dari dua jurusan sekaligus, yaitu pandemi dan resesi ekonomi.

“Dari sisi pandemi, data menunjukkan penanggulangan Covid-19 di Indonesia merupakan yang terburuk di Asia,” kata politisi Partai Gerindra yang duduk di  Komisi I DPR tersebut.

Sementara, dari sisi ekonomi, pemerintah juga telah gagal memperkecil kontraksi ekonomi, katanya. Padahal, anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp695,2 triliun.

“Lambatnya penyerapan anggaran dan penyaluran bantuan untuk masyarakat merupakan biang keladi mengapa tingkat kontraksi ekonomi lebih buruk dari yang diprediksikan,” kata Fadli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

resesi Fadli Zon
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top