Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wait & See Pembelian Properti Bakal Berlanjut hingga Akhir Tahun

Minat beli terhadap properti hunian dengan harga Rp1,5 miliar ke bawah tetap ada.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  19:48 WIB
Foto udara perumahan di Kawasan Ciwastra, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Bisnis - Rachman
Foto udara perumahan di Kawasan Ciwastra, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Para pembeli properti dinilai masih wait and see dengan kondisi saat ini sehingga penjualan hunian di bawah Rp1,5 miliar paling susah karena dampak pandemi ke level bawah sangatlah besar.

Senior Director Leads Property Darsono Tan mengatakan bahwa kondisi sampai akhir tahun akan tetap sama dan tidak akan ada perubahan signifikan baik dalam permintaan maupun pasokan.

"Semua akan wait and see," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (4/8/2020).

Dia menilai saat ini yang membeli properti adalah investor bukan orang yang membutuhkan rumah. Hal ini dikarenakan kondisi pandemi membuat daya beli banyak yang kurang baik sehingga pembeli yang dibidik belum jelas keperluannya.

"Saat nanti kondisi ekonomi membaik ini, user yang mampu membeli di bawah Rp1,5 miliar mungkin akan menjadi target market paling gemuk," tutur Darsono.

Sementara itu, Ketua Umum REI Paulus Totok Lusida mengatakan bahwa minat beli terhadap properti hunian dengan harga Rp1,5 miliar ke bawah tetap ada.

“Antusiasme masyarakat untuk memiliki rumah masih tinggi terutama untuk rumah kelas menengah dan kelas rumah subsidi, baik di Ibu Kota maupun di daerah. Memang apabila dibandingkan dengan sebelum pandemi tentunya masih jauh, tetapi memasuki kuartal ketiga ini ada harapan membaik," katanya.

Founder Panangian School of Property Panangian Simanungkalit mengatakan bahwa hingga akhir tahun, penjualan properti bakal ada penurunan sebesar 50 persen. Hal itu dikarenakan kondisi penjualan properti kuartal kedua tahun ini yang anjlok.

"Full year akan ada penurunan 50 persen, pada kuartal ketiga dan keempat akan bergerak sektor properti seiring pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren positif," ucapnya

Dia mengusulkan agar pengembang fokus dengan penjualan properti baik apartemen, rumah, town house, ruko dan lainnya di bawah harga Rp1 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti pandemi corona
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top