Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi: Kuartal III Harus Jadi Momentum Pemulihan Ekonomi

Presiden Jokowi meminta agar belanja negara dipercepat dan stimulus yang telah disalurkan pemerintah dapat disalurkan dengan baik untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  13:27 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6/2020). - Antara
Presiden Joko Widodo (tengah) memimpin rapat kabinet terbatas mengenai percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/6/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mendorong pemulihan ekonomi Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini. Presiden pun meminta agar jajaran kabinetnya bekerja lebih keras dan memanfaatakan momentum pada periode Juli, Agustus dan September untuk mengungkit perekonomian Indonesia.

"Kita berharap di kuartal ketiga kita sudah harus naik lagi. Kalau enggak, enggak ngerti lagi saya, akan betapa lebih sulit kita," kata Jokowi saat membuka acara Penyaluran Dana Bergulir Untuk Koperasi Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta, Kamis (23/7/2020).

Jokowi mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan yang cukup berat terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia akan minus 4,3 persen sampai minus 5 persen pada kuartal II/2020.

“Di kuartal kedua kita akan jatuh minus. Kita harus ngomong apa adanya, bisa minus 4,3 persen sampai 5 persen,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebit, Presiden juga kembali mengingatkan kabinetnya untuk mempercepat belanja anggaran negara guna mendukung perputaran roda perekonomian yang terpukul akibat pandemi Covid-19. Selain itu, Presiden juga meminta agar stimulus yang telah digulirkan oleh pemerintah dapat dilaksanakan dengan baik.

Jokowi mengungkapkan bahwa kondisi sulit ini tidak hanya dialami oleh Indonesia saja, tetapi juga dirasakan oleh ratusan negara di dunia lainnya yang tengah berjibaku memperbaiki perekonomiannya masing-masing.

Informasi terakhir yang didapat Jokowi dari Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), pada tahun ini ekonomi global akan minus 6 persen sampai 7,6 persen.

"Gambaran apa yg ingin saya sampaikan bahwa setiap bulan selalu berubah, sangat dinamis. Posisinya tidak semakin mudah, tapi semakin sulit, gambaran kesulitannya seperti itu," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pemulihan ekonomi pertumbuhan ekonomi indonesia
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top