Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Lawan Sindikat Pengirim Pekerja Migran, BP2MI Luncurkan Satgas

Sindikat pengirim pekerja migran Indonesia secara ilegal sudah ada sejak lama. BP2MI menyiapkan satgas untuk menghadapinya.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  17:21 WIB
Ilustrasi-Pekerja Migran Indonesia (PMI) - ANTARA/Reza Novriandi
Ilustrasi-Pekerja Migran Indonesia (PMI) - ANTARA/Reza Novriandi

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Benny Rhamdani akan meluncurkan Satuan Tugas Pemberantasan Sindikat Pengirim Tenaga Migran Indonesia ke luar negeri secara ilegal.

Satgas tersebut akan resmi diluncurkan BP2MI pada 17 Juli mendatang.

Menurut Benny Satgas tersebut mempunyai tugas khusus membersihkan para agen pengirim pekerja migran ilegal yang selama ini masih marak di Indonesia.

“Bendera Merah Putih tidak boleh berkibar lebih rendah di bawah posisi bendera-bendera perusahaan,” tegas Benny dalam diskusi “Empat Pilar MPR” di Gedung Nusantara Parlemen Senayan, Jumat, (10/7/2020).

Diskusi dengan tema, “Perlindungan dan Pemberdayaan Purna Pekerja Migran Indonesia” itu dihadiri Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid dan Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjudian Rahmad Handoyo.

Benny berharap DPR mendukung rencana tersebut, terutama Komisi IX yang membidangi soal Ketenagakerjaan Indonesia.

“Untuk memberantas mafia itu, saya yakin kami tidak sendiri, karena ada Komisi IX yang akan membantu melalui alokasi anggaran,” ujar Benny.

Benny menegaskan badan yang dipimpinnya saat ini masih kekurangan anggaran karena hanya dialokasikan Rp300 miliar per tahun.

Jazilul menyambut baik rencana Benny yang siap bekerja sama dengan Komisi IX.

Akan tetapi Jazilul tak menampik untuk membersihkan mafia para agen ilegal itu tidaklah mudah.

“Mereka sudah ada dari dulu sebelum Pak Benny datang. Jadi intinya kita support, kita kasih kekuatan,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Sementara itu, Rahmad Handoyo meminta Kepala BP2MI bertindak seperti mantan menteri KKP Susi Pudjiastuti yang tidak tanggung-tanggung memberantas mafia impor di Indonesia.

“Jadi kalau mau beres-beres ya harus sekalian, dan untuk masalah anggaran nanti kita di Komisi IX DPR akan perkuat,” tandas Rahmad Handoyo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pekerja Migran Indonesia
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top