Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Progres Proyek Tol Serang-Panimbang & Semarang-Demak

Waskita Karya (WIKA) memiliki saham pada kedua ruas tol tersebut.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 01 Juli 2020  |  17:34 WIB
Logo PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA)
Logo PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA)

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. mengungkapkan pembangunan ruas tol Serang—Panimbang yang menjadi bagiannya terus dilakukan.

Jalan tol Serang—Panimbang tercatat sebagai proyek strategis nasional (PSN) dengan nilai investasi Rp3,31 triliun. Nantinya, jalan tol ini akan menghubungkan Serang dan Panimbang.

Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA) Agung Budi Waskito mengatakan bahwa untuk ruas Serang—Panimbang, perseroan memang menjadi mayoritas. Dari total panjang 83 kilometer, sepanjang 50 kilometer digarap oleh WIKA dan sisanya 33 kilometer merupakan porsi pemerintah.

"Lahan sudah hampir selesai, lahan itu totalnya sudah dari Serang sampai Lebak sudah 90 persen, tapi tinggal arah Pandeglang itu masih 70 persen," ujar Agung dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR, Rabu (1/7/2020).

Pembangunan ruas tol Serang—Panimbang terdiri atas tiga seksi, yaitu Seksi 1 Serang—Rangkasbitung, seksi 2 Rangkasbitung—Cileles, dan seksi 3 Ruas Cileles—Panimbang.

Agung menambahkan bahwa untuk porsi WIKA sepanjang 50 kilometer, pengerjaannya sudah dilakukan.

"Seksi 1 Serang sampai Cileles progres sudah 71 persen dan akan operasi tahun depan pertengahan 2021 untuk seksi 1 dari Serang sampai Rangkas [Rangkasbitung]," ujarnya.

Adapun, untuk tol porsi pemerintah sepanjang 33 kilometer yang belum dimulai. Hal ini dinilai menjadi kendala untuk konstruksi seksi selanjutnya.

"Ini belum mulai yang 33 kilometer, yang porsinya Kementerian PUPR sehingga kalau kami mulai seksi 2 yang tengah, sementara seksi 3 kami belum mulai tidak efektif, nanti setelah ditentukan akan mulai sehingga berbarengan," ujarnya.

Hal yang sama juga terjadi di ruas tol Semarang—Demak, Agung mengatakan bahwa di proyek ini, perseroan merupakan minoritas karena hanya memiliki 20 persen saham. Secara teknis sudah masuk investasi 16,5 kilometer dari total 27 kilometer.

"Masalahnya mirip sama Serang—Panimbang, kami penunjukan investasinya sudah, tapi VGF [viability gap fund]-nya belum mulai, kalau kami selesai, VGF belum juga, tidak bisa digunakan secara efektif," jelasnya.

Menurutnya, dari sisi lahan hingga saat ini sudah berjalan dengan progres 9 persen dengan target sampai September 2020 dapat mencapai 67 persen.

"Kami yakini bahwa September itu sudah mulai ada pergerakan fisik," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol waskita karya
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top