Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian ESDM Urai Dampak Covid-19 Terhadap Usaha Tambang

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengatakan strategi Kementerian ESDM tetap berlandaskan kebijakan makro Pemerintah.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 23 Juni 2020  |  12:35 WIB
GEDUNG KEMENTERIAN ESDM Bisnis - Himawan L Nugraha
GEDUNG KEMENTERIAN ESDM Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengkalkulasi dampak pandemi virus corona atau Covid-19 terhadap sektor pertambangan nasional. 

Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Mineral dan Batubara Irwandy Arif mengatakan strategi Kementerian ESDM tetap berlandaskan kebijakan makro Pemerintah.

"Sampai dengan bulan April pengruh Covid-19 belum begitu terasa dari produksi dan peneirmaan negara. Yang dikhawatirkan terjadi pada april hingga akhir tahun," katanya dalam diskusi Info Corona bertajuk "Prakondisi Pembukaan Sektor Pertambangan/Perminyakan", Selasa (23/6/2020).

Irwandi menjelaskan, dampak pandemi dalam jangka panjang akan memengaruhi penerimaan negara sekitar 20 persen. Hal ini juga dipengaruhi penurunan harga komoditas minerba.

"Batu bara ini penurunnya [produksi] Mei 2020 turun 10 persen periode yang sama 2019. Permen ESDM No.7/2020 memungkinkan perusahaan [mengevaluasi] RKAB untuk ke depan," katanya.

Selain pengaruh pada produksi dan penerimaan negara, Covid-19 juga berdampak pada pengerjaan proyek smelter. Menurutnya, proyek smelter tertunda hingga akhir tahun, maka target operasi mundur hingga 2024.

"Kemudian di 27 Maret sampai 5 April operasi pemurnian menjadi emas murni oleh ANTAM di Pulo Gadung itu agak terhenti. Ini juga sedikit menghambat ekspor emas ke luar negeri," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pertambangan kementerian esdm
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top