Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sabar, Protokol New Normal Pariwisata Masih Disusun

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengaku sedang menyiapkan protokol kenormalan baru di sektor pariwisata agar segera bangkit di era kenormalan baru (new normal).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 12 Juni 2020  |  11:47 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2019-2024 Wishnutama Kusubandio menyampaikan sambutan seusai serah terima jabatan dengan Menteri Pariwisata periode 2014-2019 Arief Yahya di Jakarta, Rabu (23/10/2019). Bisnis - Dedi Gunawan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2019-2024 Wishnutama Kusubandio menyampaikan sambutan seusai serah terima jabatan dengan Menteri Pariwisata periode 2014-2019 Arief Yahya di Jakarta, Rabu (23/10/2019). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengaku sedang menyiapkan protokol kenormalan baru (new normal) di sektor pariwisata untuk diterapkan oleh pelaku bisnis terkait.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengimbau pelaku bisnis sektor pariwisata untuk melakukan penyesuaian yang fokus pada aspek kebersihan, kesehatan, dan keamanan untuk bisa bertahan pada masa pandemi Covid-19.

"Kami telah menyiapkan protokol dan saat ini sedang dilakukan harmonisasi dari semua kementerian yang tangani bidang-bidang tertentu untuk nantinya diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan," kata Wishnutama, Jumat (12/6/2020).

Dia menambahkan apabila Kementerian Kesehatan telah menerbitkan aturan tersebut, pihaknya akan segera mengeluarkan beleid-beleid turunannya. Aturan turunan tersebut diharapkan menjadi acuan dalam pembuatan panduan berbentuk video maupun buku.

Menurutnya, protokol kenormalan baru perlu diatur agar tidak terjadi tumpang-tindih, baik bagi regulator maupun pelaku wisata. Apalagi, Presiden Joko Widodo telah meminta agar protokol harus dilaksanakan dengan baik, tidak tergesa-gesa, sehingga nanti saat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dibuka bisa produktif dan tetap aman dari Covid-19.

Wishnutama menilai destinasi yang akan cepat pulih nantinya adalah tempat-tempat yang siap dengan protokol kesehatan tersebut. Kendati demikian, seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif diminta optimistis sektor ini akan mampu bangkit.

Sementara itu, Ketua Pusat Unggulan Pariwisata Universitas Udayana Anak Agung Suryawan Wiranatha mengatakan industri wisata sudah saatnya menyambut kenormalan baru. Namun, pelaku wisata harus dibekali dengan persiapan tertentu.

"Harus disertai protokol kesehatan yang baik dan yang penting adalah pengembangan SDM termasuk pengawasan yang baik di lapangan dalam implementasinya," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata kemenparekraf

Sumber : Tempo.co

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top