Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Survei Membuktikan 80,8 Persen Peserta Kartu Prakerja Ternyata Pengangguran

Ekonom TNP2K Elan Satriawan mengatakan 80,8 persen penerima manfaat Kartu Prakerja tidak memiliki pekerjaan atau menganggur saat melakukan pelatihan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 08 Juni 2020  |  20:35 WIB
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020).  - ANTARA
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020). - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Survei yang dilakukan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) terhadap penerima manfaat Kartu Prakerja menyebutkan sebanyak mayoritas penerima manfaat tidak memiliki pekerjaan.  

Ekonom TNP2K Elan Satriawan mengatakan 80,8 persen penerima manfaat Kartu Prakerja tidak memiliki pekerjaan atau menganggur saat melakukan pelatihan.

"80,8 persen peserta tercatat menganggu saat melakukan pelatihan Kartu Prakerja. Apa yang kita lihat dari dominasi penganggur yang menerima manfaat artinya tepat sasaran. Sebagian melaporkan mereka terpengaruh pandemi Covid-19, yaitu di-PHK atau dirumahkan," katanya katanya saat diskusi virtual dengan tema 'Survey Penerima Manfaat Kartu Prakerja', Senin (8/6/2020).

Dalam survei tersebut, terungkap sebanyak 66,5 persen perserta merupakan laki-laku dan 33,5 persen berjenis kelamin perempuan. Jika dilihat dari komposisi usia, 88 persen perserta berusia di bawah 35 tahun dengan 47,7 persen di antaranya berusia 18-25 tahun.

Sementara itu, 60 persen peserta berpendidikan terakhir SMA-SMK, 25,27 lulusan S1, dan 5 persen tingkat pendidikan lainnya.

"Hasil survei penerima manfaat Kartu Prakerja ini mirip dengan situasi nasional, yaitu sebagian besar termasuk dalam kategori penganggur muda," imbuhnya.

Ekonom Universitas Gajah Mada tersebut mengatakan 55 persen peserta masih memiliki pekerjaan pada Januari 2020. Adapun, 7 persen peserta memilih berwirausaha dan 37 persen merupakan pengangguran sejak lama.

Dia mengungkapkan alasan mereka mendaftar program Kartu Prakerja karena ingin menambah kemampuan (skill) untuk mencari pekerjaan baru dan mendapat dana bansos atau insentif dari pemerintah.

"Jika dilihat dari perspektif penerima manfaat, mayoritas ingin menambah keterampilan, mendapat sertifikat, memperoleh insentif, serta bisa berwirausaha," ungkapnya.

Survei tersebut dilakukan pada periode 19 Mei-1 Juni 2020. Adapun, populasi sampel survei adalah penerima manfaat Kartu Prakerja gelombang I-III yang telah menyelesaikan seluruh pelatihan dan mendapat insentif.

Ahli statistik memberikan rekomendasi 4.400-5.900 sampel untuk diteliti. Untuk itu, TNP2K menyebar kuisioner kepada 12 ribu responden dan menyempitkan sampel valid sebanyak 4.700 responden.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pengangguran kartu prakerja
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top