Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Insentif Kartu Prakerja Belum Cair? Ini Penyebabnya

Perbedaan data yang didaftarkan peserta untuk akun Kartu Prakerja dengan yang didaftarkan untuk rekening e-wallet atau bank membuat proses transfer dana insentif terhambat.
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  13:04 WIB
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). - ANTARA FOTO/Moch Asim
Petugas mendampingi warga yang melakukan pendaftaran calon peserta Kartu Prakerja di LTSA-UPT P2TK di Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/4/2020). - ANTARA FOTO/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA – Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja mengakui masih ada sejumlah peserta program tersebut yang belum dapat mencairkan atau menerima insentif dari pemerintah. Terdapat sejumlah hal yang membuat kondisi itu terjadi.

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky mengatakan, setidaknya terdapat 34.000 peserta yang belum menerima insentif. Menurutnya hal itu terjadi karena adanya perbedaan data antara yang dimasukkan untuk mendaftarkan e-wallet dan data pribadi peserta. Salah satunya data nomor induk kependudukan “NIK”.

“Untuk itu tiap peserta harus mendaftarkan NIK yang sama antara untuk akun kepesertaan dan NIK untuk rekening e-wallet,” ujarnya, Kamis (4/6/2020).

Pasalnya, sistem yang ada di program Kartu Prakerja tidak membolehkan adanya transfer dana kepada peserta yang memiliki perbedaan data NIK kepesertaan dan NIK untuk akun e-wallet. Hal itu dilakukan untuk menjaga keamanan dan penyalahgunaan insentif tersebut.

Dengan kata lain, tiap peserta harus memiliki rekening akun e-wallet sendiri yang datanya sama dengan data di kepesertaaan Kartu Prakerja.

“Pastikan, peserta memiliki akun e-wallet atas nama dirinya sendiri dan datanya sama dengan NIK untuk mendaftarkan diri di Kartu Prakerja,” katanya.

Namun sayangnya, bagi para peserta yang terlanjur menggunakan akun e-wallet yang berbeda data pribadinya dengan data di kepesertaan Kartu Prakerja dan ingin merevisi datanya, belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.

Pasalnya, menurut Panji, saat ini Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja masih mengembangkan fitur untuk pengubahan data tersebut. Dengan demikian, pengubahan data baru dapat dilakukan ketika fitur tersebut selesai.

Adapun, mengenai pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang IV, Panji mengaku belum dapat memastikan kapan bakal dilaksanakan.. Pasalnya, saat  ini Komite Kartu Prakerja masih melakukan evaluasi menyeluruh terkait penyelenggaraan program tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pekerja phk kartu prakerja
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top