Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Riset UI: Pandemi Covid-19 Perkuat Aspek Sosial Driver Mitra Gojek

Adanya pandemi Covid-19 dinilai tidak menyurutkan aspek sosial dari para pengemudi mitra aplikasi transportasi daring.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 27 Mei 2020  |  12:26 WIB
Pengemudi ojek online melintas di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengemudi ojek online melintas di kawasan Mayestik, Jakarta, Rabu (18/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Survei Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) menunjukan bahwa pandemic Covid-19 tidak menyurutkan semangat gotong royong pekerja yang ada di ekosistem ekonomi digital.

Wakil Kepala LD FEB UI Paksi Walandouw mengatakan bahwa walaupun pandemi Covid-19 telah berlangsung dalam tiga bulan terakhir, tetapi dalam laporan tersebut mengungkapkan bahwa baik perusahaan Gojek, mitra pengemudi maupun konsumen yang ada dalam satu ekosistem saling membantu.

“Riset ini menunjukkan di tengah kesusahan yang sedang melanda akibat pandemi, semangat saling membantu inilah yang kami lihat sebagai adanya sikap resiliensi, bahu-membahu membantu, sekaligus optimisme bahwa bencana bisa dilewati bersama,” tuturnya lewat rilis resminya, Rabu, (27/5/2020).

Lebih lanjut, survei tersebut menemukan mayoritas mitra pengemudi Gojek mendapatkan bantuan sosial dari pihak perusahaan Gojek (89 persen). Selain itu mereka juga mendapatkan bantuan sosial dari konsumen (21 persen) dan dari sesama mitra (5 persen).

Survei yang berjudul ‘Pengalaman Mitra Driver Gojek Selama Pandemi Covid-19’ ini bertujuan menganalisis dampak tekanan ekonomi akibat pandemi terhadap pekerja informal, dan merupakan bagian dari riset LD FEB UI mengenai dampak sosial-ekonomi Gojek di Indonesia.

Temuan menarik lainnya, bantuan yang diberikan oleh Gojek sebagai perusahaan membuat mitranya merasa terus didukung di tengah masa sulit. Pemberian bantuan tersebut direspon positif oleh mitra, dengan mayoritas mitra (84 persen) mengapresiasi bantuan sosial yang mereka terima dari Gojek.

Adapun sebagian besar mitra yang mendapat bantuan mengatakan merasakan manfaat yang diberikan (74 persen). Mitra pengemudi Gojek mendapatkan beberapa bantuan dari startup on-demand dan tipe bantuan sosial yang paling banyak diterima driver adalah program sembako dan/atau voucher makan gratis (77 persen).

Sikap gotong royong tercermin dari temuan bahwa walaupun mengalami penurunan penghasilan, hampir setengah mitra pengemudi Gojek (44 persen) memberikan bantuan sosial kepada sesama.

Pemberian bantuan yang paling banyak dilakukan adalah dengan memberikan langsung pada anggota keluarga (18 persen), dan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan (11persen).

Sebagian mitra (15 persen) memilih untuk memberikan bantuan melalui komunitas pengemudi Gojek atau langsung pada sesame mitra.

Riset juga menunjukkan bahwa bantuan sosial yang mitra pengemudi terima dari Gojek berhubungan dengan mau tidaknya mereka bertahan di Gojek. Semakin mitra merasa diapresiasi, semakin lama mereka berencana untuk tetap menjadi mitra.

Secara keseluruhan hampir semua mitra (89 persen) tetap berencana untuk melanjutkan kemitraannya dengan Gojek, dan sebagian besar mitra (73 persen) cenderung optimis bahwa penghasilan mereka akan kembali seperti sebelum terjadinya pandemi Covid-19.

“Optimisme mitra ini menarik karena menunjukkan adanya kepercayaan mitra pengemudi pada ekosistem ekonomi digital sebagai tempat mencari nafkah, serta resiliensi bisnis startup on-demand yang saat ini mampu bertahan di masa krisis,” ungkapnya.

Riset di saat pandemi ini, lanjut Paksi, perlu dilakukan mengingat pandemi merupakan kejadian luar biasa yang memiliki dampak sosial dan ekonomi pada suatu negara.

“Terlebih lagi, penelitian pada ekosistem ekonomi digital bisa memberikan gambaran apakah konsep ekosistem di ekonomi digital bisa berkelanjutan dan terus memberikan dampak positif di berbagai kondisi ekonomi,” jelasnya.

Riset dilakukan menggunakan survei online dengan metode simple random sampling kepada mitra pengemudi roda dua (GoRide) dan roda empat (GoCar) Gojek yang sudah bergabung selama minimal tiga bulan terakhir.

Survei disebar ke seluruh mitra yang memenuhi syarat selama periode pertengahan Mei 2020. Total responden yang dianalisis adalah 41.393 dengan margin of error kurang dari 1 persen, dengan proporsi terbesar di Jawa-Bali (60 persen).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gojek covid-19
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top