Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wood Mackenzie : Permintaan Minyak China Akan Pulih Kuartal II/2020

Permintaan China untuk bensin dan diesel diperkirakan meningkat secara taunan pada kuartal III/2020 dan periode selanjutnya.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  16:15 WIB
Ilustrasi: Kantor pusat People's Bank of China di Beijing -  Bloomber / Qilai Shen
Ilustrasi: Kantor pusat People's Bank of China di Beijing - Bloomber / Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA — Permintaan minyak China diperkirakan kembali pulih pada kuartal II/2020 seiring dengan kegiatan industri yang berjalan.

Berdasarkan anlisis terbaru dari Wood Mackenzie, permintaan minyak China akan pulih hingga 13 juta barel per hari pada kuartal II/2020, jumlah tersebut melonjak 16,3 persen dibandingkan dengan kuartal I/2020.

Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, permintaan pada kuartal II/2020 adalah sekitar 2,5 persen di bawah periode yang sama tahun lalu.

Permintaan China untuk bensin dan diesel diperkirakan meningkat secara taunan pada kuartal III/2020 dan periode selanjutnya.

Peneliti Wood Mackenzie Yuwei Pei mengatakan bahwa sejak April, Pemerintah China secara bertahap telah mengurangi langkah-langkah penahanan virus corona. Selain itu, China sekarang melonggarkan pembatasan pada kegiatan sosial, komersial, dan aktivitas perjalanan.

“Semakin banyak orang yang kembali ke kantor setelah masa telekomunikasi.  Selain itu, penggunaan mobil pribadi sekarang dipandang sebagai mode mobilitas paling aman, menggeser penumpang dari angkutan umum ke mobil pribadi,” katanya seperti dikutip dalam risetnya, Selasa (26/5/2020).

Alhasil, permintaan bensin akan pulih dengan cepat dan kemungkinan akan kembali pada tingkat semula pada Juni 2020.

Mackenzie memproyeksikan permintaan bensin mencapai 3,4 juta barel per hari pada kuartal II/2020, hanya turun tipis 0,8 persen secara tahunan.

Pada kuartal III/2020, permintaan bensin China akan melampaui periode yang sama tahun lalu sebesar 3 persen menjadi 3,5 juta barel per hari.

Permintaan diesel atau gasoil juga mulai pulih pada kuartal ini, didukung oleh kegiatan angkutan industri dan jalan. 

Permintaan China diperkirakan mencapai 3,4 juta barel per hari pada kuartal II/2020, penurunan 3% secara tahunan (year-on-year). 

"Jasa pengiriman kurir muncul sebagai pendorong utama pertumbuhan angkutan darat, yang mencerminkan lonjakan e-commerce. Ini tercermin dalam permintaan yang berubah hijau sebesar 1,2 persen menjadi 3,4 juta barel per hari pada kuartal III/2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu," jelasnya.

Di sisi lain, permintaan bahan bakar jet China akan terus turun untuk sisa tahun ini. 

Mackenzie memprediksi penurunan secara tahunan yang lebih besar lagi dari 51 persen menjadi 0,4 juta barel per hari untuk permintaan pada kuartal kedua dibandingkan dengan kuartal pertama tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top