Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Prediksi Harga Sewa Gedung Perkantoran Kuartal II/2020

Leads Property Services Indonesia memprediksi harga sewa ruang perkantoran akan tertekan di kuartal II/2020, menyusul tantangan besar di sepanjang tahun ini.
Ilham Budhiman
Ilham Budhiman - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  15:44 WIB
Sejumlah gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha
Sejumlah gedung bertingkat di Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Leads Property Services Indonesia memprediksi harga sewa ruang perkantoran akan tertekan di kuartal II/2020, menyusul tantangan besar yang akan dihadapi pasar perkantoran di sepanjang tahun ini.

Senior Director Leads Property Darsono Tan mengatakan bahwa harga sewa perkantoran diperkirakan bisa tertekan hingga mencapai 5 persen dengan segala sentimen yang ada.

"Saat ini harga rental penyewaan ruang perkantor sudah sangat rendah, apabila bisa turun diperkirakan sampai dengan 5 persen dari harga transaksi saat ini, tidak bisa terlalu jauh karena harga yang sudah sangat rendah saat ini," katanya pada Bisnis.com, Selasa (19/5/2020).

Leads mencatat bahwa selama kuartal pertama tahun ini harga sewa kotor rata-rata menyentuh Rp352.940 per meter persegi per bulan atau tertekan sekitar 2,4 persen secara kuartalan (quarter to quarter/qoq) atau 4,6 persen secara tahunan (year on year/yoy). 

Sementara harga sewa selain di pusat bisnis rata-rata sebesar Rp247.800 per meter persegi per bulan atau relatif stabil dengan penurunan hanya 0,07 persen secara QoQ atau tumbuh 2,1 persen YoY. 

Darsono mengatakan bahwa di kuartal kedua ini permintaan ruang perkantoran dipastikan akan berkurang lantaran disebabkan adanya penundaan pengambilan keputusan untuk relokasi dan kurangnya penyerapan ruang perkantoran karena bisnis yang sulit akibat corona.

"Oleh karena itu harga sewa ruang kantor juga akan tertekan, dan kita sudah melihat banyak gedung baru yang menawarkan insentif lebih apabila penyewa mau pindah ke gedung mereka," tuturnya.

Selain itu, kata dia, pasar ruang perkantoran juga sebetulnya sudah memasuki tenants market dari tahun lalu di mana pasokan gedung baru bertambah sangat banyak. Akan tetapi, okupansi gedung perkantoran saat ini, misalnya, di pusat bisnis (central business district/CBD) Jakarta berkisar di 75,95 persen.

"Artinya penyewa mempunyai banyak pilihan untuk relokasi kantor ke gedung yang lebih baru dan harga yang sangat kompetitif," kata dia.

Dia juga menyatakan bahwa kemungkinan besar pasar perkantoran akan pulih di pengujung tahun 2022 atau 2023 seiring banjirnya pasokan gedung perkantoran baru seperti Mori Building, RDTX Place, Daswin Tower, Indonesia Satu dan Thamrin Nine Tower.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top