Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Relokasi Pabrik AS dan Jepang, Menperin Minta Pemda Berbenah

Setelah Amerika Serikat, kini terbaru Jepang merencanakan akan melakukan relokasi pabrik senilai US$2,2 miliar dari China ke negara lain.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 19 Mei 2020  |  12:30 WIB
Ilustrasi / PT Integra Indocabinet yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki pabrik seluas 225.000 meter persegi dengan kapasitas pengiriman barang 25 kontainer 40' per bulan.
Ilustrasi / PT Integra Indocabinet yang berbasis di Sidoarjo, Jawa Timur, memiliki pabrik seluas 225.000 meter persegi dengan kapasitas pengiriman barang 25 kontainer 40' per bulan.

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta pada seluruh pemerintah daerah bergegas menyiapkan diri untuk menjawab tantangan dan menangkap peluang dari rencana relokasi pabrik Amerika Serikat dan Jepang dari China.

Agus menyebut dua negara itu terbukti memiliki kemampuan manufaktur yang besar. Alhasil, adanya kebijakan insentif dari pemerintah setempat bagi pabrikan yang mau mengangkat kakinya dari China menjadi hal sangat penting ke depannya.

"Namun yang perlu dilihat kabar ini tentu juga didengar berbagai negara-negara tetangga seperti India, Malaysia, Vietnam untuk selanjutnya mereka turut mempersiapkan diri," kata Agus dalam pembukaan Bimbingan Teknis bagi Aparatur Industri di Indonesia, Selasa (19/5/2020).

Agus menilai AS dan Jepang pasti akan melihat kompetensi dari setiap negara yang akan dijadikan tujuan relokasi. Untuk itu, pemerintah pusat dalam hal ini meminta setiap Pemda turut mampu menangkap peluang agar tidak ketinggalan kereta.

Menurut Agus, pemerintah pusat sudah menyusun berbagai upaya untuk membantu proses relokasi pabrik ke depan. Adapun salah satu yang akan dilakukan yakni lobi baik pada pemerintah AS dan Jepang serta langsung pada perusahaan-perusahaan yang akan melakukan relokasi.

"Karena ini kami anggap penting maka kami juga akan langsung lakukan lobi baik pada pemerintah termasuk perusahaannya supaya masuk ke Indonesia," ujarnya.

Sebelumnya, pelaku usaha menilai setiap rencana relokasi industri ke Indonesia tentunya akan menguatkan daya saing juga meningkatkan interkonektivitas supply chain dalam jangka panjang.

Setelah Amerika Serikat, kini terbaru Jepang merencanakan akan melakukan relokasi pabrik senilai US$2,2 miliar dari China ke negara lain. Indonesia pun dianggap sebagai salah satu negara berpotensi menerima perpindahan tersebut.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani  mengatakan saat ini pemerintah Jepang memang sudah mempersiapkan dana insentif US$218,6 juta kepada korporasi jepang yang merealokasikan pabriknya di negara lain.

Untuk dapat melancarkan proses realokasi tentu pertama-tama persiapan lahan perlu dilaksanakan, tidak hanya itu saja secara berbarengan sangat penting bagi pemerintah untuk meningkatkan iklim investasi Indonesia.

"Terutama dengan turunnya angka investasi PMA ke Indonesia, sudah sebaiknya pemerintah harus melakukan reformasi ekonomi yang harus dilakukan secara lebih serius dan lebih cepat terutama di pandemi ini," katanya kepada Bisnis, Minggu (17/5/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang manufaktur china amerika serikat relokasi
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top