Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Tengah Pandemi Corona, UKM Furnitur ini Tembus Pasar Ekspor Swiss

Aninda Furniture, UKM furnitur hasil binaan Lembaga Pembiyaan Ekspor Indonesia (LPEI) berhasil mengekspor produknya ke Swis senilai US$10.000 (sekitar Rp153 juta) di tengah tekanan Pandemi Corona.
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 29 April 2020  |  14:06 WIB
Ilustrasi: UKM Mebel
Ilustrasi: UKM Mebel

Bisnis.com, JAKARTA – Aninda Furniture, UKM furnitur hasil binaan Lembaga Pembiyaan Ekspor Indonesia (LPEI) berhasil mengekspor produknya ke Swis senilai US$10.000 (sekitar Rp153 juta) di tengah tekanan Pandemi Corona.

Program Pelatihan untuk Eksportir Baru atau Coaching Program for New Exporters (CPNE) yang dilakukan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) sukses melahirkan pengusaha dan UKM yang mampu menembus pasar ekspor.  

Paling baru, salah satu mitra binaan LPEI yakni Aninda Furniture, mampu melakukan ekspor perdana produk furnitur dari bambu ke Swiss dengan nilai ekspor US$10.000.

“Ini menjadi bukti, pengusaha UKM Indonesia yang dilatih LPEI mampu menghasilkan produk inovatif berkualitas, sehingga diterima dengan baik di pasar internasional,” ujar Uchok Pulungan, Ekonom Institute for Development of Economics and Finanance (INDEF), Rabu (29/4/2020).

Menurut  Uchok Pulungan, keberhasilan ekspor yang dilakukan oleh Aninda Furniture memberi bukti bahwa masih ada peluang di pasar internasional.   

“Tidak semua lini bisnis UKM lumpuh, bergantung dengan produknya. Furnitur, misalnya. Industri ini memiliki pasar tertentu sehingga relatif minim terkena dampak Covid-19. Untuk itu, perlu meningkatkan penetrasi dan spesifikasi produk UKM berorientasi ekspor dan negara tujuan ekspornya,’’ ujar Uchok. 

Oleh karena itu, katanya, agar semakin banyak UKM yang bisa menembus pasar ekspor, maka berbagai hal perlu diperbaiki seperti pendampingan, pemberian pelatihan, serta kemudahan akses pembiayaan.  

“Semuanya harus diperbaiki. Selama ini UKM seringkali menjadi ’jualan’ ke depan harus lebih fokus. Misalnya menjadikan Kementerian UMKM menjadi kementerian utama. Semua kegiatan dan program UMKM harus fokus di kementerian tersebut,” ujar Uchok memberi contoh. 

Sekadar informasi, Aninda Futniture mengikuti proram CPNE dari LPEI. Pelatihan tersebut meliputi cara ekspor, desain produk, promosi, dan penyusunan laporan keuangan.  

Aufar Hifzie yang merupakan pemilik dari Aninda Furniture Indonesia mengatakan, ekspor perdana ini merupakan langkah awal agar kegiatan ekspor perusahaan miliknya dapat terus berlangsung meski kondisinya kurang menguntungkan. 

Yadi J. Ruchandi selaku Corporate Secretary LPEI menyampaikan, ekspor perdana Aninda Furniture Indonesia tersebut diharapkan dapat memicu motivasi mitra binaan lainnya untuk menjadi eksportir baru. 

“Harapannya, UKM yang merupakan peserta CPNE 2020 aktif dalam mengembangkan usahanya, meski kondisi pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar bagi perekonomian kita,’’ ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

umkm Virus Corona
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top