Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Lockdown di Inggris, Penjualan Hunian US$102 Miliar Tertahan

Sebanyak 373.000 rumah yang siap dijual dan selesai dibangun antara April dan Juni batal ditransaksikan.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 28 April 2020  |  17:18 WIB
Suasana jalan Thames yang sepi di London, Inggris, Kamis (9/4/2020). Saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan kritis karena Covid-19, sejumlah pejabat menyusun rencana untuk memperpanjang masa lock down untuk mengendalikan krisis karena virus corona. Bloomberg - Simon Dawson
Suasana jalan Thames yang sepi di London, Inggris, Kamis (9/4/2020). Saat Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di unit perawatan kritis karena Covid-19, sejumlah pejabat menyusun rencana untuk memperpanjang masa lock down untuk mengendalikan krisis karena virus corona. Bloomberg - Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA – Aturan lockdown yang diterapkan di Inggris membuat penjualan rumah senilai US$102 miliar tertahan.

Portal Properti Zoopla menyebutkan bahwa aturan pemerintah yang bertujuan menahan penyebaran wabah Covid-19 tersebut menutup pasar properti di Inggris. Sebanyak 373.000 rumah yang siap dijual dan selesai dibangun antara April dan Juni batal ditransaksikan.

Zoopla juga menyebutkan bahwa jumlah hunian yang selesai dibangun tahun ini hanya akan ada separuh dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara itu, jumlah pengunjung pancari rumah di Zoopla sendiri juga turun hingga 70 persen pada Maret.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson sudah kembali bekerja pekan ini dan mengatakan bahwa Inggris sudah mulai melewati puncak wabah. Namun, dirinya tetap meminta agar warganya membatasi pergerakan sampai puncak gelombang kedua terlewati.

Para ilmuwan di sana juga telah memberi pilihan untuk mulai menarik aturan pembatasan sosial dengan detail aturan yang baru akan dikeluarkan pekan depan. Ada kemungkinan besar bahwa Inggris akan segera memulai kembali perekonomiannya.

“Kabar baiknya adalah jumlah total properti yang terjual hanya turun 4 persen dari jumlah yang didaftarkan pada awal Maret, karena tidak ada penjual yang menarik propertinya dari listing,” tulis Zoopla sebagaimana dilansir Bloomberg, Selasa (28/4/2020).

Data tersebut diharapkan bisa menimbulkan kembali kepercayaan diri pasar sehingga bisa segera rebound setelah aturan pembatasan sosial ditiadakan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inggris Virus Corona
Editor : Zufrizal

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top