Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Larangan Mudik Dimulai, Social Safety Net Tidak Ada Perubahan

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu melaksanakan social safety net khusus Jabodetabek yang telah diumumkan.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 21 April 2020  |  17:27 WIB
Jangan Mudik MediaLawanCovid19
Jangan Mudik MediaLawanCovid19

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah masih tetap akan mengandalkan social safety net yang sudah diumumkan sebelumnya dalam rangka mendukung kebijakan larangan mudik.

Seperti diketahui, hari ini pemerintah mengumumkan akan ada larangan mudik per 24 April mendatang dari wilayah-wilayah yang menerapkan PSBB dan wilayah yang dikategorikan sebagai zona merah.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu melaksanakan social safety net khusus Jabodetabek yang telah diumumkan.

"Kita laksanakan dulu kebijakan yang sudah ada supaya bisa diyakini kebijakan itu efektif," kata Askolani, Selasa (21/4/2020).

Seperti diketahui, pemerintah pusat akan menggelontorkan bantuan sosial sebesar Rp600.000 per bulan per keluarga selama 3 bulan. Dana ini dapat digunakan untuk membeli sembako.

Secara lebih rinci, terdapat 1,2 juta keluarga yang berdomisili di DKI Jakarta dan 576.000 keluarga di Bodetabek yang berhak mendapatkan bantuan ini. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran hingga Rp3,2 triliun untuk program ini.

Pemerintah juga telah menyiapkan dana sebesar RP16,2 triliun untuk bantuan kepada 9 juta keluarga di luar Jabodetabek dan bukan penerima PKH ataupun Kartu Sembako.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jaminan sosial kemenkeu
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top