Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disentil Jokowi, Ini Respons Kemendag

Kemendag mengaku telah menerjunkan tim bersama Satgas Pangan untuk segera menekan harga bahan kebutuhan pokok jelang Ramadan
Yustinus Andri DP
Yustinus Andri DP - Bisnis.com 21 April 2020  |  14:09 WIB
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto. - www.covid19.go.id
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto. - www.covid19.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perdagangan mengaku telah menerjunkan tim ke lapangan bersama dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk menurunkan harga dan pasokan barang kebutuhan pokok dan penting yang masih mengalami lonjakan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Suhanto mengatakan, selain menerjunkan tim bersama Satgas Pangan, Kemendag juga sedang melakukan koordinasi dengan seluruh Dinas Perindustrian dan Perdagangan di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

“Kami ingin mendapatkan laporan pantauan terbaru terkait dengan harga bahan pokok,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (21/4/2020).

Kendati demikian dia tidak menjelaskan langkah detail seperti apa dari Kemendag untuk mengamankan harga bahan pokok agar tidak lagi berada pada level yang tinggi.

Dia mengklaim Kemendag akan berupaya secepatnya menekan harga di tingkat konsumen guna mempersiapkan periode Lebaran dan Ramadan.

Sementara itu, terkait dengan pernyataan Presiden Jokowi yang menyebutkan bahwa harga beras saat ini naik 0,4 persen, padahal pada saat yang sama harga gabah mengalami penurunan 5 persen, Suhanto mengaku bakal melakukan pemantauan di tingkat petani.

“Secepatnya. Kami akan cek harga di petani,” ujarnya.

Sebelumnya, dalam rapat terbatas di Istana Negara, Presiden Joko Widodo menegur Kementerian Perdagangan. Pasalnya sejumlah harga bahan pokok masih tinggi, bahkan beberapa malah naik menjelang Ramadan.

“Saya enggak tahu ini dari Kementerian Perdagangan apa sudah melihat lapangannya bahwa [harga bahan pokok] ini belum bergerak,” kata Presiden Jokowi dalam pembukaan rapat terbatas mengenai antisipasi kebutuhan pokok melalui video conference, Selasa (21/4/2020).

Jokowi menjabarkan bahwa harga beras saat ini naik 0,4 persen. Padahal pada saat yang sama harga gabah mengalami penurunan 5 persen.

Presiden menilai pasti ada masalah di lapangan terkait dengan hal tersebut. Sebab menurutnya, saat harga gabah kering turun, seharusnya harga beras juga mengikutinya.

“Ini petaninya enggak dapat untung, harga berasnya naik, masyarakatnya dirugikan. Ini yang untung siapa, dicari!” kata Jokowi.

Presiden juga mencatat harga gula belum bergerak turun. Begitu pula dengan harga bawang putih dan bawang bombai

Terkait harga bawang putih, berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga rata-rata bawang putih pada pekan ketiga April 2020 mencapai Rp42.200/kg. Harga tersebut sudah turun dari harga rata-rata pada pekan pertama April yang menembus Rp45.100/kg.

Sementara itu, harga rata-rata bawang putih di DKI Jakarta pada Senin 20 April 2020 lalu masih berada pada level Rp48.350/kg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Beras kemendag harga pangan Ramadan
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top