Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perpamsi Dorong Keterlibatan Swasta di Bisnis Air Minum

Dengan anggaran pemerintah yang terbatas, skema proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha dapat membuka peluang pendanaan baru termasuk dari swasta.
Agne Yasa
Agne Yasa - Bisnis.com 20 April 2020  |  22:23 WIB
Petugas mengecek pompa utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru
Petugas mengecek pompa utama Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan, di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (15/11/2018). - ANTARA/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA - Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (Perpamsi) menyambut positif adanya upaya untuk melibatkan swasta di industri air minum.

Seperti diketahui, penjajakan minat pasar SPAM Karian-Serpong dilakukan secara daring (online) pada Jumat (17/4/2020).

Wakil Ketua Umum Perpamsi Lalu Ahmad Zaini mengatakan pihaknya mendorong adanya peran serta swasta dalam bisnis air minum.

"Kalau saya secara pribadi maupun organisasi memang mendorong swasta terlibat, juga yang penting adalah bagaimana cakupan airnya cepat tercapai," ujarnya kepada Bisnis, Senin (20/4/2020).

Dia menambahkan dengan adanya keterbatasan anggaran dari pemerintah, skema proyek kerja sama pemerintah dan badan usaha dapat membuka peluang pendanaan baru termasuk dari swasta. Apalagi jika proyek yang ditawarkan memiliki kelayakan dari sisi bisnis.

"Jadi, saya sangat mendukung kebijakan pemerintah, kalau ada swasta yang mau terlibat dalam pelayanan air minum," katanya.

Lebih lanjut, imbuhnya, selama ini keterlibatan swasta dalam industri air minum sudah cukup banyak, contohnya di Semarang, Tangerang, Makassar, Lampung, dan Lombok.

Menurutnya setiap pihak baik itu pemerintah hingga swasta dapat ikut berperan untuk membantu percepatan cakupan air di Indonesia.

Bagi Perpamsi poin penting dari percepatan proyek terkait industri air minum ini adalah cakupan air yang bisa semakin cepat tercapai karena ada jarak yang cukup lebar.

"Ada gap yang terlalu jauh, kami baru punya pelanggan di Indonesia sekitar 12 juta dari sekian banyak penduduk, sekitar 25 persen kalau perpipaan atau sambungan rumah, selebihnya non perpipaan yang tidak dikontrol, sehingga kalau ada swasta masuk untuk memperkecil gap tadi akan menguntungkan bagi pemerintah dan kita semua," jelasnya.

Dia menambahkan tetap berlangsungnya penawaran proyek SPAM Karian-Serpong ini dapat menjadi sinyal positif di tengah kondisi penuh ketidakpastian karena Covid-19 meskipun pelaksanaannya juga tidak langsung dalam waktu dekat.

"Saya selalu berpikir positif untuk sinyal-sinyal seperti itu. Saya berharap bisa berjalan dengan baik dan gap itu bisa tercapai, swasta terlibat membantu pemerintah, sehingga cakupan pelayanan di suatu kota cepat 100 persen supaya problem sanitasi juga berkurang sehingga anggaran untuk itu juga berkurang," jelasnya.

Menurutnya kehadiran swasta lewat KPBU bisa membantu capaian cakupan di suatu daerah, dengan catatan ada kajian kelayakan dan harga yang sesuai serta tidak memberatkan masyarakat. Selain itu, pemerintah juga menetapkan tarif yang sesuai kemampuan masyarakat.

"Kita dorong yang seperti itu," ujarnya.

Sebagai informasi, proyek KPBU SPAM Karian-Serpong merupakan prakarsa badan usaha dengan pemrakarsa yaitu K-Water, LG International, PT Adhi Karya Tbk. Proyek ini membutuhkan biaya investasi senilai Rp2,21 triliun dengan masa kontrak 33 tahun.

Proyek SPAM Regional Karian-Serpong tersebut diperlukan karena terbatasnya cakupan layanan PAM Jaya untuk DKI Jakarta. Pelayanan yang ada baru mencapai 28,05 persen, sementara PDAM Kota Tangerang 12,77 persen untuk melayani Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Di sisi lain ada keterbatasan APBN untuk pembangunan infrastruktur, sehingga ada percepatan pembangunan proyek SPAM melalui KPBU.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

air minum spam perpamsi
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top