Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menperin: Persaingan Berebut Bahan Baku Industri Mengkhawatirkan

Agus mengemukakan kesulitan industri Tanah Air pun juga terus dirasa salah satunya akibat kebijakan lockdown satu negara.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 07 April 2020  |  13:45 WIB
Buruh menyelesaikan pembuatan masker di PT Jayamas Medica Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (18/3/2020). Karena kekurangan bahan baku, dalam sehari pabrik tersebut hanya memproduksi masker sebanyak 300.000 lembar dari biasanya sebelum wabah virus COVID-19 bisa mencapai 1 juta lembar masker. - ANTARA FOTO/Syaiful Arif
Buruh menyelesaikan pembuatan masker di PT Jayamas Medica Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Rabu (18/3/2020). Karena kekurangan bahan baku, dalam sehari pabrik tersebut hanya memproduksi masker sebanyak 300.000 lembar dari biasanya sebelum wabah virus COVID-19 bisa mencapai 1 juta lembar masker. - ANTARA FOTO/Syaiful Arif

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kondisi industri global kini semakin mengkhawatirkan.

Dia pun memastikan pasar global sudah melakukan bajak-membajak harga demi memenuhi kebutuhan masing-masing negaranya.

"Misalnya untuk impor alat medis kemarin Amerika Serikat bahkan mau membayar dua kali liat agar produk yang diinginkan dan sudah dipesan Jerman jadi milik mereka. Sudah ada hijack harga di industri jadi kita harus semakin hati-hati," katanya saat pertemuan virtual dengan Komisi VI, Senin (6/4/2020).

Agus mengemukakan kesulitan industri Tanah Air pun juga terus dirasa salah satunya akibat kebijakan lockdown satu negara. Dia mencontohkan di India yang kini lockdown tidak dapat lagi melakukan transaksi pengiriman bahan baku obat.

Padahal selain China, India adalah negara alternatif yang mayoritas menjadi andalan industri farmasi Indonesia untuk memesan bahan baku obat.

"Jadi yang kami lakukan dengan pendekatan GtoG [Goverment to Goverment] bukan lagi B2B. Kami lakukan dengan negara-negara anggota G20 Dan koordinasi dengan Menteri Luar Negeri," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bahan baku Virus Corona impor bahan baku
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top