Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Corona Bikin Minat Investor Kaya di Asia Berubah

UBS Group AG menyebut para investor kaya kini lebih memusatkan perhatian pada bidang yang sustainable atau berkelanjutan, seperti kesehatan dan lingkungan.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 03 April 2020  |  08:15 WIB
Pameran consumer goods skala internasional, Ambiente, digelar pada 8--12 Februari 2019 di Frankfurt, Jerman. Sebanyak 4.451 peserta dari 92 negara ikut berpartisipasi dalam gelaran tersebut, termasuk 69 peserta asal Indonesia. - Bisnis/Maria Yuliana Benyamin
Pameran consumer goods skala internasional, Ambiente, digelar pada 8--12 Februari 2019 di Frankfurt, Jerman. Sebanyak 4.451 peserta dari 92 negara ikut berpartisipasi dalam gelaran tersebut, termasuk 69 peserta asal Indonesia. - Bisnis/Maria Yuliana Benyamin

Bisnis.com, JAKARTA – Investor papan atas di Asia menunjukkan perubahan tren investasi di tengah pandemi corona atau Covid-19 ini.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Jumat (3/4/2020), bank swasta UBS Group AG menyebut para investor kaya kini lebih memusatkan perhatian pada bidang yang sustainable atau berkelanjutan, seperti kesehatan dan lingkungan.

Tercatat, portofolio bidang yang berkelanjutan atau sustainable bank swasta ini telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak awal tahun lalu. Adapun sekitar 60 persen dari total investasi datang dari China dan wilayahnya.

Head of Sustainable and Impact Investing Advisory UBS Wealth Management Unit for Asia Pacific Mario Knoepfel mengatakan bahwa pola pikir para investor telah berubah dari yang semua tidak mau tahu dan skepstis menjadi 'ingin tahu dan ingin belajar'.

“Itulah perbedaan utama yang telah kami lihat," ujarnya.

Knoepfel mengatakan pihaknya telah melihat perubahan yang baik dalam investasi di bidang tersebut. Menurutnya, meski produk solusi investasi itu telah ada sejak 2 tahun lalu, tapi peningkatan signifikan baru terasa sejak merebaknya wabah.

“Wabah ini memicu lebih banyak pertanyaan tentang kesehatan, lingkungan dan bahkan alternatif untuk makanan tradisional dan produk ritel. Topik ini akan bertahan lama dan tren ini akan membantu dalam meningkatkan kepedulian," jelasnya.

Tim Strategist Bank of America memetakan bahwa saham-saham yang masuk dalam kelompok Environmental, Social, and Governance (ESG) Investments cenderung menunjukkan kinerja yang lebih baik di tengah tekanan pasar belakangan ini.

Saham AS di kuintil teratas skor ESG telah mengalahkan Indeks S&P 500 sebesar 5 poin sejak puncaknya di bulan Februari, sedangkan indikator ESG di Eropa telah melampaui tolok ukur yang lebih luas tahun ini.

"ESG adalah kebutuhan bear market, bukan kemewahan pasar bull. Selama ini kami berpendapatan ESG akan lebih tahan selama penurunan dan bukti terbaru mendukung ini" tulis para ahli strategi.

Adapun, data Bloomberg menyebut investasi berbasis ESG telah menjadi strategi yang populer tahun ini. Terbukti dengan capaian US$14,2 miliar neto diinvestasikan dalam dana yang diperdagangkan di bursa terkait secara global.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi ramah lingkungan Virus Corona
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top