Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Nilai Tukar Petani Maret Turun 1,22 Persen, Seluruh Sub Sektor Alami Penurunan

Penurunan NTP terjadi di hampir semua subsektor baik tanaman pangan, hortikultura,tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 01 April 2020  |  11:37 WIB
Petani mengusir hama burung pipit atau emprit secara manual dengan plastik di areal sawah daerah Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020). -  ANTARA / Fakhri Hermansyah
Petani mengusir hama burung pipit atau emprit secara manual dengan plastik di areal sawah daerah Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/2/2020). - ANTARA / Fakhri Hermansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai tukar petani (NTP) nasional Maret 2020 sebesar Rp102,09 atau turun 1,22 persen dibandingkan dengan NTP bulan sebelumnya.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan penurunan NTP terjadi di hampir semua subsektor baik tanaman pangan, hortikultura,tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

Penurunan NTP tanaman pangan mengalami penurunan 1,30 persen disebabkan oleh  indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan, sementara indeks harga yang dibayar naik 0,20 persen.

“Kenapa harga yang diterima petani turun? Penyebab utamanya adanya penurunan harga gabah. Perlu dijadikan catatan pada Maret 2020, puncak panen raya geser ke April. Maret sudah ada panen raya di beberapa daerah sehingga harga turun,” katanya, Rabu (1/4/2020).

Dia menambahkan, untuk sub sektor tanaman horti turun 0,79 persen karena adanya penurunan harga cabai merah dan cabai rawit.

“Penurunan harga cabai ini memberikan andil deflasi maret 2020,” lanjutnya  

Sementara itu, NTP tanaman perkebunan turun, dan indeks harga yangg dibayar petani mengalami kenaikan. Hal itu terjadi karena adanya penurunan harga komoditas seperti minyak kelapa sawit, karet, kakao.

Dia menambahkan, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami kenaikan tertinggi  yakni 2,05 persen dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Riau mengalami penurunan terbesar 4,86 persen dibandingkan dengan provinsi lain.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ntp petani bps
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top