Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menteri PUPR Pastikan Proyek Infrastruktur Berlanjut

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan bahwa pembangunan proyek infrastruktur tetap berjalan meski ada kasus penyebaran corona di Tanah Air.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  15:46 WIB
Pekerja berada di proyek konstruksi Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, Sabtu (22/2 - 2020). Kementerian PUPR pacu pengerjaan konstruksi proyek strategis nasional termasuk tiga bendungan di Aceh yaitu Bendungan Keureuto di Aceh Utara. Kemudian, Bendungan Rukoh dan Bendungan Tiro di Kabupaten Pidie. Nilai investasi bendungan capai triliunan rupiah. Bisnis/Agne Yasa.
Pekerja berada di proyek konstruksi Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh, Sabtu (22/2 - 2020). Kementerian PUPR pacu pengerjaan konstruksi proyek strategis nasional termasuk tiga bendungan di Aceh yaitu Bendungan Keureuto di Aceh Utara. Kemudian, Bendungan Rukoh dan Bendungan Tiro di Kabupaten Pidie. Nilai investasi bendungan capai triliunan rupiah. Bisnis/Agne Yasa.

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang semakin meluas, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa tidak ada kebijakan moratorium atau penundaan bagi proyek infrastruktur yang sedang berjalan.

"Enggak, semua [proyek infrastruktur] jalan. Cuma diatur saja misalnya sebelumnya [yang bekerja] 50 orang sekarang cukup 25 orang sehingga tidak banyak kerumunan. Mungkin nanti diperpanjang waktunya," katanya kepada Bisnis di Jakarta, Minggu (22/3/2020).

Selain itu, dia menyampaikan bahwa protokol khusus proyek infrastrutur juga masih dikoreksi dan siap diterbitkan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PUPR Trisasongko Widianto mengatakan bahwa pihaknya telah menyusun protokol khusus proyek konstruksi

Menurutnya, secara umum isi dari protokol tersebut bersifat normatif yakni pemeriksaan suhu pekerja konstruksi sebelum masuk area proyek dan cara penanganan jika ada pekerja yang mengalami gejala seperti demam dan yang lainnya.

Tercatat hingga akhir Februari 2020, belum ada proyek infrastruktur yang pembiayaannya berasal dari China terdampak akibat penyebaran virus corona.

Dari data Direktorat Jenderal Bina Konstruksi berdasarkan Sistem Laporan Tahunan Badan usaha Jasa Konstruksi Asing (SILAPTA BUJKA) atau PMA terdapat 15 proyek konstruksi di seluruh Kementerian atau Lembaga (K/L) yang pendanaannya berasal dari pinjaman China dimana proyek berakhir pada tahun 2020 - 2023.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

proyek infrastruktur Virus Corona Kementerian PUPR Menteri PUPR
Editor : Fitri Sartina Dewi
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top