Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WFH Makin Panjang, Peritel Genjot Pemasaran Produk Lewat Daring

Pengusaha penyewa toko atau tenant di mal mulai meningkatkan pemasaran produk secara daring untuk menekan penurunan kunjungan ke toko seiring perluasan pembatasan mobilitas di wilayah DKI Jakarta yang berlaku mulai 23 Maret 2020 selama dua pekan ke depan.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 23 Maret 2020  |  01:57 WIB
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pengusaha penyewa toko atau tenant di mal mulai meningkatkan pemasaran produk secara daring untuk menekan penurunan kunjungan ke toko seiring perluasan pembatasan mobilitas di wilayah DKI Jakarta yang berlaku mulai 23 Maret 2020 selama dua pekan ke depan.

"Belanja apa pun tetap bisa, karena dapur kami tetap beroperasi. Hanya saja memang kunjungan ke mal berkurang drastis jadi kami beralih ke daring," kata Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah kepada Bisnis, Minggu (22/3/2020).

Penurunan kunjungan mal ini pun dibenarkan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan. Dia mengatakan penurunan terjadi merata secara nasional dan amat terasa di kota-kota dengan kasus Covid-19 yang besar.

"Penurunan setiap kunjungan di mal berbeda-beda. Namun perkiraan saya ada penurunan sampai 90 persen," kata Stefanus saat dihubungi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 60/SE/2020 yang berisi perintah penutupan sementara tempat-tempat rekreasi dan hiburan sebagai bagian dari upaya pengendalian penyebaran Covid-19. Lokasi pusat keramain ini pun diimbau untuk melakukan pembersihan dengan cairan desinfektan dan melakukan sosialisasi kepada karyawan dalam pencegahan Covid-19.

Dalam Surat Seruan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Kegiatan Perkantoran dalam rangka Mencegah Penyebaran Wabah Coronavirus Disease (Covid-19). Pemprov DKI Jakarta pun meminta seluruh perusahaan di wilayah Jakarta untuk menghentikan seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara waktu, termasuk menutup fasilitas operasional, dan melakukan kegiatan berusaha dari rumah.

Adapun bagi perusahaan yang tidak dapat menghentikan total kegiatan perkantorannya, perusahaan diminta mengurangi kegiatan tersebut sampai batas minimal dan mendorong sebanyak mungkin karyawan untuk bekerja dari rumah.

Perluasan imbauan bekerja dari rumah ini pun berimbas pada peningkatan pembelian produk secara daring. Kondisi ini pun dilihat para pelaku usaha untuk meningkatkan pemasaran produk di kanal-kanal daring demi mengkompensasi kunjungan langsung yang menurun di toko-toko.

Potensi pemesanan produk secara daring seiring semakin luasnya pemberlakuan sistem kerja dari rumah disebut Senior Vice President of Trade Partnership Blibli Fransisca Krisantia perlu diiringi dengan jaminan operasional pengiriman serta peningkatan standar operasional prosedur sanitasi di jejaring pengiriman.

"Peningkatan SOP termasuk contactless shipping, atau pengiriman tanpa kontak, guna mengurangi kontak langsung antara kurir dan pelanggan. Tanda tangan eletronik yang seharusnya dilakukan saat pelanggan menerima paket pun telah diganti dengan pengambilan foto oleh kurir. Blibli juga menjamin kebersihan dan kesehatan kurir dengan mewajibkan penggunaan masker dan sarung tangan saat bertugas," ujar Fransisca dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.

Platform dagang elektronik ini pun mencatat bahwa perubahan situasi telah mempengaruhi tren yang berkaitan dengan jenis-jenis produk yang dicari dan dibeli oleh pelanggan. Setelah pemerintah resmi mengumumkan kasus Covid-19 pertama, peningkatan pertumbuhan terlihat pada produk sanitasi, makanan ringan, serta makanan instan. Memasuki tahap kerja di rumah, peningkatan pembelanjaan mulai beralih ke produk makanan segar, multivitamin dan suplemen, serta obat-obatan.

Kendati demikian, meski peningkatan pemasaran pada kanal daring telah ditingkatkan, Budihardjo memperkirakan omzet yang bakal diterima dari penjualan secara daring tidak akan sebesar penerimaan dari penjualan secara langsung. Oleh karena itu, demi menjamin hak karyawan tetap diberikan di tengah ketidakpastian berusaha ini, dia berharap pemerintah dapat mempersiapkan kebijakan berupa stimulus sebagaimana telah diberikan untuk sejumlah sektor.

"Kami sudah bekerja sama dengan GoJek, Grab, dan platform dagang-el untuk menjual barang kami secara daring. Kami gencarkan promosinya. Jika WFH silakan pesan melalui daring, kami akan kirim. Hanya saja omsetnya belum bisa menyamai omset kunjungan langsung ke mal, 10 sampai 20 persen saja tidak ada," ujar Budihardjo.

Penyelamatan pada sektor ritel ini disebutnya diperlukan terutama untuk toko-toko yang beroperasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi karena menyumbang sekitar 50 persen dari total perputaran bisnis ritel di Tanah Air. Dalam hal ini, dia menyatakan pihak penyewa toko menyatakan telah berkomunikasi dengan asosiasi pengelola mal dan pusat belanja untuk memberikan sejumlah relaksasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ritel
Editor : Andhika Anggoro Wening
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top