Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Air dan Listrik Fasilitas Observasi & Isolasi Corona di Pulau Galang Sudah Tuntas

Diperkirakan tempat karantina dan observasi penyakit menular di Pulau Galang bisa mulai beroperasi 28 Maret 2020.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 22 Maret 2020  |  16:25 WIB
Proyek pembangunan ruang observasi dan isolasi pasien infeksi virus di Pulau Galang, Batam. - Bisnis/Bobi Bani
Proyek pembangunan ruang observasi dan isolasi pasien infeksi virus di Pulau Galang, Batam. - Bisnis/Bobi Bani

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan ketersediaan air dan listrik tempat karantina dan observasi penyakit menular di Pulau Galang, Batam sudah sepenuhnya tuntas.

"Air dan listrik sudah 100 persen kemudian yang [pembangunan] fisik lainnya sudah 80 persen-an. Mudah-mudahan sudah siap nanti [pada] 28 Maret ini dioperasikan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Minggu 22/3/2020.

Adapun untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA telah melakukan pemasangan pipa transmisi air baku sepanjang 13,8 kilometer yang bersumber dari Waduk Monggak Rempang. 

Saat ini sedang dilakukan pemasangan pompa air berkapasitas 5 liter per detik yang menyalurkan air dari reservoir ke clean water tank.

Secara umum tempat karantina dan observasi penyakit menular di Pulau Galang berisikan 400 unit tempat tidur dan siap ditambah hingga 1.000 unit jika diperlukan.

Kemudian pembangunan infrastrukturnya terbagi menjadi tiga zona. Perinciannya, Zona A (Renovasi Eks Sinam) meliputi gedung penunjang seperti mess petugas, dokter dan perawat, gedung sterilisasi, gedung farmasi, gedung gizi, laundry, gudang, dan power house.

Diketahui saat ini progres konstruksi mess perawat saat ini sudah sekitar 37 persen, mess petugas 30 persen, dan mess dokter 33 persen, gedung sterilisasi 70 persen, gedung farmasi 50 persen, gedung gizi 50 persen, gedung laundry 45 persen, gudang 75 persen, dan power house 60 persen.

Kemudian Zona B meliputi fasilitas penampungan dan fasilitas pendukung seperti ruang isolasi, ruang observasi, Laboratorium, ruang sterilisasi, GWT, Central Gas Medik, instalasi jenazah, landasan helikopter, dan zona utilitas.

Saat ini progres pembangunan Gedung Isolasi ICU mencapai 42 persen, Gedung Observasi 1 sebesar 31 persen, Gedung Observasi 2 mencapai 32 persen, Gedung Observasi 3 sebesar 19 persen, dan landasan helipad progres fisiknya sudah 90 persen.

Material modul panel yang telah dikirim dari Jakarta sudah selesai dipasang yakni sebanyak empat modul untuk ruang observasi berkapasitas lima tempat tidur.

Terakhir, Zona C yang peruntukannya untuk memenuhi kebutuhan tambahan dengan memanfaatkan cadangan lahan. 

Selain itu, Menteri Basuki juga menyampaikan bahwa peralatan kesehatan portabel yang belum ada di Pulau Galang masih terus dikoordinasikan dengan Menteri BUMN dalam penyediannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Kementerian PUPR
Editor : Annisa Sulistyo Rini
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top