Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jelang Ramadan, Waspada Kenaikan Harga 3 Komoditas Ini

Tiga barang kebutuhan pokok dengan kerawanan harga yang perlu diwaspadai, yakni cabai merah, gula putih dan bawang putih.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 02 Maret 2020  |  05:40 WIB
Aktivitas pedagang dan konsumen di pasar tradisional, Peunayong, Banda Aceh, Aceh, Jumat (11/1/2019). - ANTARA/Irwansyah Putra
Aktivitas pedagang dan konsumen di pasar tradisional, Peunayong, Banda Aceh, Aceh, Jumat (11/1/2019). - ANTARA/Irwansyah Putra

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah diminta mengantisipasi potensi terjadinya gejolak harga pada sejumlah komoditas, terutama menjelang periode Ramadan.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengemukakan terdapat tiga barang kebutuhan pokok dengan kerawanan harga yang perlu diwaspadai, yakni cabai merah, gula putih dan bawang putih.

Dia mengatakan harga cabai merah besar yang telah menyentuh level Rp75.000 per kilogram (kg) sepanjang pekan lalu sebagai imbas dari stok yang berkurang. Selain itu, harga gula putih pun terpantau berada di angka Rp14.500 per kg disusul dengan harga bawang putih yang masih stabil di atas harga normal.

"Harga barang-barang ini rawan karena sebentar lagi kita akan menghadapi Ramadan. Pemerintah perlu memastikan tidak ada gangguan pasokan dari produk-produk ini," kata Abdullah kepada Bisnis, Minggu, (2/3/2020)

Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Agung Hendriadi menyatakan bahwa stok bawang putih saat ini berjumlah 80.000 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir April mengingat rata-rata kebutuhan per bulan nasional berjumlah 40.000 ton.

Di sisi lain, dia pun menyatakan bahwa Kementerian Pertanian telah menerbitkan rekomendasi impor produk hortikultura (RPIH) sebanyak 103.000 ton yang diharapkan dapat segera mendapat surat perizinan impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan guna menjamin pasokan selama Ramadan.

Dia pun menyatakan bahwa pemerintah tengah mengusahakan pengalihan pembelian bawang putih yang sebagian besar dipasok oleh China dengan mempertimbangkan keamanan di tengah wabah virus corona.

Dia membeberkan bahwa salah satu negara yang diharapkan dapat mensubtitusi kebutuhan tersebut adalah India dan Thailand.

"China masih produksi tapi apa pengapalannya aman? Maka dari itu kami coba buka dari India dan Thailand. Stok kita Maret ke April habis, oleh karena itu akan alih distributor," kata Agung belum lama ini.

Terkait harga bawang putih yang tak kunjung normal di kawasan Jabodetabek, Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta yang memiliki tugas stabilisasi harga pangan, Arief Prasetyo Adi menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai antisipasi dalam menghadapi potensi lonjakan harga akibat logistik yang terganggu.

Dia mengatakan perusahaan masih memiliki stok bawang putih sebanyak 800 ton dan didistribusi secara langsung kepada konsumen dengan harga penjualan di kisaran Rp30.000—35.000 per kg.

"Kami gunakan mekanisme distribusi langsung ke konsumen. Penjualan pun dibatasi paling tidak satu sampai dua ball bawang putih," kata Arief.

Adapun total volume impor bawang putih yang telah diajukan Food Station disebut Arief berjumlah 22.000 ton untuk 2020. Dia menyatakan  perusahaan telah melaksanakan ketentuan wajib tanam dan tengah menunggu diterbitkannya rencana impor produk hortikultura (RIPH) dari  Kementerian Pertanian sebelum mengajukan persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sembako Ramadan
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top