Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wisatawan Asing Dinilai Perlu Insentif

Perlu ada aturan dan mekanisme yang jelas sehingga dalam pelaksanaannya tidak terjadi permasalahan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Februari 2020  |  17:45 WIB
PT Angkasa Pura I menghabiskan dana sebesar Rp10,5 triliun untuk pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang berada di Kulon Progo, Yogyakarta. - Bisnis/Rinaldi M. Azka
PT Angkasa Pura I menghabiskan dana sebesar Rp10,5 triliun untuk pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang berada di Kulon Progo, Yogyakarta. - Bisnis/Rinaldi M. Azka

Bisnis.com, JAKARTA - Pelaku bisnis biro perjalanan berharap insentif yang diberikan oleh pemerintah tidak hanya soal penerbangan domestik, melainkan juga menarik bagi wisatawan asing.

Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) DI Yogyakarta mengusulkan insentif penerbangan untuk mengatasi kelesuan sektor pariwisata akibat penyebaran global virus corona (Covid-19) diberikan secara selektif, sehingga tidak salah sasaran.

"Kami berharap insentif tersebut tidak salah sasaran dan hanya menurunkan harga tiket saja, tetapi untuk lebih menarik wisatawan berkunjung," kata Ketua Asita DIY Udhi Sudiyanto, Jumat (28/2/2020).

Dia berpendapat agar tepat sasaran, teknis pemberian insentif tersebut seharusnya ditujukan kepada wisatawan mancanegara yang datang dengan menunjukkan bukti pemesanan yang sudah terkonfirmasi baik itu perjalanan wisata maupun kamar hotel.

"Artinya tidak semua penumpang diberi insentif karena tujuannya adalah meningkatkan jumlah wisatawan," kata dia.

Pihaknya menyambut positif keputusan pemerintah dengan adanya subsidi untuk sektor pariwisata dengan memberikan insentif kepada penerbangan untuk beberapa rute termasuk Yogyakarta. Meski demikian, perlu ada aturan dan mekanisme yang jelas sehingga dalam pelaksanaannya tidak terjadi permasalahan.

"Kami sangat memahami bahwa maksud pemberian insentif ini adalah untuk mengangkat pariwisata yang terkena dampak wabah virus corona," katanya.

Pemberian insentif, ujarnya, juga perlu disertai peningkatan promosi wisata sehingga calon wisatawan tertarik berkunjung. Perlu diberikan insentif jangka panjang melalui perencanaan yang matang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona pariwisata

Sumber : Antara

Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top