PP Properti (PPRO) Fokus Pasarkan Proyek Secara Digital

PP Properti memasarkan proyeknya melalui beberapa platform digital, seperti Tokopedia, Google, Facebook, dan juga kolaborasi dengan para Youtuber.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 Februari 2020  |  17:17 WIB
PP Properti (PPRO) Fokus Pasarkan Proyek Secara Digital
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan PP Properti di Jakarta, Sabtu (3/6). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Pengembang properti pelat merah PT PP Properti (Persero) Tbk. (PPRO) bakal fokus memasarkan produk-produknya lewat platform digital sepanjang 2020 ini.

Adapun, untuk tahun ini sendiri PPRO menyiapkan delapan proyek yang dipasarkan lewat platform dagang-el Tokopedia.

Direktur of Realty PPRO Galih Saksono mengatakan bahwa penggunaan teknologi digital membuka peluang yang luar biasa. Harapannya dengan bekerja sama dengan platform dagang-el bisa mengoptimalisasikan tujuan perseroan untuk fokus melakukan pemasaran secara digital.

“Selain itu, kami juga memasang iklan di Google, Facebook, kolaborasi juga dengan Youtuber, lewat konten-kotennya di Youtube dan Instagram Stories, ini bisa untuk menjalankan strategi soft selling,” ungkapnya pada saat mengisi talkshow di gelaran Indonesia Property Expo (IPEX), Sabtu (15/2/2020).

Namun, Galih menyebut tetap mengupayakan pemasaran secara offline melalui pendekatan ke sejumlah perusahaan dan meminta perusahaan tersebut memberikan database.

Sementara itu, Galih melanjutkan bahwa tahun ini PPRO bekerja sama dengan agen properti Urban Ace memasarkan delapan proyeknya lewat Tokopedia.

Kedelapan proyek tersebut yakni Grand Kamala Lagoon Bekasi, Mazhoji Depok, Grand Dharmahusada Lagoon Surabaya, Begawan Malang, Alton Semarang, Tana Babarsari Yogyakarta, Evenciio Depok, dan Louvin Jatinangor.

“Kami sekaligus ingin memperkenalkan fitur ini di pameran IPEX ini, supaya bisa lebih banyak lagi orang yang bisa beli rumah dengan mudah lewat Tokopedia,” ujarnya.

Galih menuturkan proyek yang sudah ada di Tokopedia umumnya memiliki segmen yang sejenis. Sebagian besar merupakan apartemen dengan harga yang rata-ratanya hampir sama dan menjadi proyek andalan yang terlaris di PPRO.

AVP of Business Tokopedia Jessica Stephanie Jap menambahkan saat ini di Tokopedia baru memiliki fitur pembayaran booking fee saja, sedangkan penyelesaian transaksi nantinya akan diurus sendiri lebih lanjut oleh pembeli dan pihak PPRO.

“Jadi, untuk sekarang memang belum jadi pilihan, karena sistem ini memang perlu waktu, apalagi rumah mahal. Ke depannya pengalaman pengguna akan terus menerus kami kembangkan,” imbuh Jessica.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pt pp properti

Editor : Annisa Sulistyo Rini
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top