Per Januari 2020, RI Kantongi 6 Pinjaman Luar Negeri Senilai US$834,32 juta

Secara lebih rinci, perjanjian pinjaman luar negeri yang telah ditandatangani oleh Indonesia terdiri dari 4 pinjaman multilateral dan 2 pinjaman bilateral.
Muhamad Wildan
Muhamad Wildan - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  16:48 WIB
Per Januari 2020, RI Kantongi 6 Pinjaman Luar Negeri Senilai US$834,32 juta
Ilustrasi Dolar AS - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA–Pemerintah sudah sepakati enam perjanjian pinjaman luar negeri senilai US$834,32 juta pada awal tahun 2020.

Hal ini tertuang dalam Laporan Pengelolaan Pinjaman dan Hibah Januari 2020 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR).

Secara lebih rinci, perjanjian pinjaman luar negeri yang telah ditandatangani oleh Indonesia terdiri dari 4 pinjaman multilateral dan 2 pinjaman bilateral.

Pinjaman multilateral yang ditandatangani oleh pemerintah antara lain perjanjian pinjaman dengan World Bank yang digunakan untuk membiayai kegiatan Improvement of Solid Waste Management to Support Regional and Metropolitan Cities Project.

Pinjaman atas kegiatan tersebut senilai US$100 juta dengan Kementerian PUPR bertindak sebagai executing agency (EA).

Pinjaman kedua yang ditandatangani oleh Indonesia bersama dengan World Bank digunakan untuk membiayai kegiatan Institutional Strengthening for Improved Village Service Delivery.

Pinjaman atas kegiatan tersebut mencapai US$300 juta dengan Kemendagri bertindak sebagai EA.

Selain bersama World Bank, pemerintah juga menandatangani perjanjian pinjaman multilateral dengan Islamic Development Bank (IDB) untuk membiayai kegiatan The Development of Integrated Farming System at Uplands Areas.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kementan selaku EA. Jumlah pinjaman yang disepakati masing-masing sebesar US$66 juta untuk installment sale dan sebesar US$4 juta untuk ISFD loan agreement.

Dua pinjaman bilateral yang ditandatangani oleh Indonesia adalah dengan Perancis dan Jepang dengan pinjaman yang telah disepakati masing-masing sebesar EUR100 juta dan JPY27,97 miliar.

Kegiatan yang didanai menggunakan pinjaman dari Perancis adalah Fiscal Reform Development Policy Loan Subprogram 3 dengan Kemenkeu bertindak selaku EA. 

Adapun, kegiatan yang didanai dengan pinjaman dari Jepang adalah Infrastructure Reconstruction Sector Loan in Central Sulawesi dengan Kementerian PUPR selaku EA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kemenkeu, pinjaman

Editor : Hadijah Alaydrus
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top