Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

APEC Dorong Perkembangan Riset Keanekaragaman Hayati

APEC akan menggelar kompetisi penelitian ilmiah yang berfokus pada keanekaragaman hayati dan kontribusi terhadap penghidupan masyarakat lokal, obat-obatan tradisional maupun modern, serta pengembangan ekonomi.
Daffa Syaifullah
Daffa Syaifullah - Bisnis.com 11 Februari 2020  |  09:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Dalam rangka mendukung penelitian mengenai keanekaragaman hayati dan penghormatan kepada ilmuwan muda, Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) bakal menggelar ASPIRE Prize 2020 pada Kuartal III/2020 di Malaysia.

Malaysia selaku tuan rumah APEC Science Prize for Innovation, Research and Education (ASPIRE) 2020, telah mendeklarasikan tema acara tersebut, yakni  “Biodiversity for a Prosperous Economy”.

Adapun acara tersebut diperuntukkan untuk penelitian ilmiah yang berfokus pada keanekaragaman hayati dan kontribusi terhadap penghidupan masyarakat lokal, obat-obatan tradisional maupun modern, serta pengembangan ekonomi.

“Keanekaragaman hayati menopang kesehatan ekonomi kita. Penelitian inovatif dapat berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan dengan mempromosikan praktik terbaik dalam pengelolaan limbah, ketahanan pangan dan penggunaan energi, ”kata Yeo Bee Yin, Menteri Energi, Sains, Teknologi, Lingkungan, dan Perubahan Iklim Malaysia, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Bisnis, Selasa (11/2/2020)

Sejak dilaksanakan pada 2011, ASPIRE telah menjadi ajang bagi ilmuwan muda dalam berbagai pemecahan masalah, mulai dari keamanan pangan hingga pengelolaan laut berkelanjutan dan penguatan jaringan sains dan teknologi. Adapun, hadiah yang akan diperoleh sebesar US$ 25 ribu.

Setiap perwakilan dari tim ekonomi APEC dapat mencalonkan 1 orang, yang merupakan penduduk dari wilayah tersebut dan berusia dibawah 40 tahun.

Nantinya, hasil penelitian mereka akan dinilai berdasarkan keunggulan mereka dalam penelitian dan kolaborasi lintas batas dari tim ekonomi APEC lainnya. Bidang disiplin akademik yang relevan termasuk biologi, kimia, ilmu lingkungan dan fisika, dan lainnya.

"Peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang hubungan kompleks antara keanekaragaman hayati, kesehatan global, dan pembangunan akan mengarah pada kemakmuran ekonomi yang lebih besar," ujar Daniel Dufour, Ketua Kemitraan Kebijakan APEC untuk Sains, Teknologi, dan Inovasi, pengelola kegiatan tahunan ASPIRE.

Adapun, acara ini akan diselenggarakan di Malaysia, pada Agustus 2020.  Salah satu penerbit ternama di bidang pengetahuan ilmiah Wiley and Elsevier hadir menjadi salah satu sponsor acara tersebut.

“Keanekaragaman hayati sangat penting untuk masa depan kita bersama. Tahun ini, ASPIRE akan menyoroti penelitian perintis yang mengurangi risiko lingkungan dan mendorong keberlanjutan. Merupakan suatu kehormatan untuk mendukung kaliber kerja yang tinggi dalam APEC, "kata Brian Napack, CEO Wiley.

Sementara itu Ketua Elsevier Youngsuk Chi mengatakan ajang bagi para peneliti muda tersebut dapat mendorong inovasi yang memajukan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kami menantikan untuk melihat lebih banyak solusi cerdas untuk kemakmuran bersama dari komunitas peneliti yang brilian di kawasan ini," ujarnya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apec penelitian
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top