Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Holding RS BUMN, Bagaimana Dampaknya ke Kualitas Pelayanan?

Adanya holding Rumah Sakit BUMN diprediksi bisa menjadi memiliki nilai lebih dalam banyak hal khususnya dari segi supply chain dan penguatan pasar.
Dewi Aminatuz Zuhriyah
Dewi Aminatuz Zuhriyah - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  19:50 WIB
Ilustrasi. Rumah sakit. - Reuters
Ilustrasi. Rumah sakit. - Reuters

Bisnis.com,JAKARTA – Adanya holding rumah sakit milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diprediksi bisa menjadi memiliki nilai lebih dalam banyak hal khususnya dari segi supply chain dan penguatan pasar.

Direktur Utama PT Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (IHC) Fathema Djan Rachmat menuturkan, tak hanya itu lewat transfer teknologi kedokteran, manajemen rumah sakit, dan sumber daya manusia antar sesama member nya, IHC juga berupaya untuk menjadi semakin terdepan dalam menghadirkan pelayanan yang optimal.

“Dengan penunjukan Pertamedika sebagai operatorship-nya, IHC bersinergi dengan seluruh member yang terdiri dari 65 rumah sakit BUMN yang tersebar dari Sabang sampai Merauke,” kata Fathemah, Senin (10/2/2020).

Menurutnya, sinergi antar rumah sakit milik BUMN di berbagai kegiatan pelayanan kesehatan ini juga menjadi langkah meningkatkan standarisasi pelayanan kesehatan rumah sakit milik BUMN dan digitalisasi layanan rumah sakit.

Fathemah mengatakan saat ini terdapat 64 rumah sakit, 13 klinik utama, 127 klinik pratama, dan 6 klinik estetika. Untuk jumlah tempat tidur sebanyak 6500. Adapun, per 2018, konsolidasi revenue sudah mencapai Rp5,6 triliun. Ke depan dia menargetkan konsolidasi revenue bisa mencapai Rp8 triliun hingga Rp10 triliun.

“Kita bekerjasama dengan seluruh PT dan mereka akan tandatangan. Kita punya visi dan standarisasi yang sama masuk perusahaan RS BUMN yang skalanya 8-10 triliun dalam waktu singkat.”

Adapun, Kementerian BUMN menyatakan adanya holding rumah sakit BUMN ini  secara kualitas nantinya bisa bersaing dengan rumah sakit swasta yang ada di Indonesia.

Menteri BUMN Erick Tohir mengatakan apalagi saat ini jumlah dokter di rumah sakit-rumah sakit milik BUMN yang akan tergabung dalam holding tersebut memiliki 1.740 orang dokter. “Iya secara kualitas bisa menyaingi RS swasta,” kata Erick, Senin (10/2/2020).

Dalam hal ini, dia menjelaskan upaya awal untuk bisa bersaing dengan RS swasta adalah dengan menjaga profesionalitas dan team work. Salah satu contohnya, ketuka pasien masuk, ada team dokter yang langsung menganalisa penyakitnya, obat yang diberikan dan bukan masing-masing dokter memberikan obat.

“Dokter ahli kita juga bisa memberikan kesempatan pada dokter muda jadi dokter day to day ke pasien . Jika sistem yang mudah ini jalan maka BUMN hospital bisa lebih baik daripada swasta.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn rumah sakit
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top