Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Manufaktur dan Rantai Pasok Jadi Andalan Genjot Laju Ekonomi

Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia Desember 2019, Indeks Ekonomi Saat Ini meningkat sehingga mendorong kenaikan keyakinan dan ekspektasi konsumen.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  10:34 WIB
Pemandangan deretan gedung bertingkat di ibu kota terlihat dari kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (5/11/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2019 tumbuh sebesar 5,02 persen secara tahunan, capaian tersebut lebih rendah dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen. - ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Pemandangan deretan gedung bertingkat di ibu kota terlihat dari kawasan Tanah Abang, Jakarta, Selasa (5/11/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2019 tumbuh sebesar 5,02 persen secara tahunan, capaian tersebut lebih rendah dari kuartal II 2019 yang mencapai 5,05 persen. - ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Bisnis.com, JAKARTA – Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang merata di semua daerah di Indonesia maka industri manufaktur dan rantai pasok harus jadi andalan.

Berdasarkan Survei Konsumen Bank Indonesia Desember 2019, Indeks Ekonomi Saat Ini meningkat sehingga mendorong kenaikan keyakinan dan ekspektasi konsumen. Peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Desember 2019 sebesar 126,4 lebih tinggi dari 124,2 pada November dipicu oleh kenaikan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

Secara rinci, ada beberapa faktor pendorong kenaikan IKE, misalnya saja Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja naik 6,6 poin, Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (durable goods) naik 3,9 poin, dan Indeks Penghasilan saat ini naik 1,1 poin. Sementara IEK meningkat 0,5 poin menjadi 139,6 didorong oleh kenaikan Indeks Ekspektasi Penghasilan dan Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja. Sebaliknya, Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha justru menurun tipis 0,4 poin dari bulan sebelumnya.

Hal ini sejalan dengan data dari Prompt Manufacturing Index (PMI) pada Kuartal IV/2019 dari Bank Indonesia secara umum kinerja industri pengolahan pada kuartal IV/2019 masih ekspansif meski melambat dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Adapun tercatat PMI sebesar 51,50% pada kuartal IV/2019, masih lebih rendah dari 52,04% pada kuartal III/2019. Meski demikian, Bank Indonesia optimistis ekspansi industri pengolahan diprakirakan lebih tinggi pada kuartal I/2020 yang meningkat menjadi 52,73%.

Menurut ekonom Maybank Kim Eng Sekuritas Luthfi Ridho, secara umum tendensi keraguan dunia usaha masih akan membayangi ekspansi bisnis di Indonesia. Dia menilai, dari survei konsumen Bank Indonesia saja, perusahaan yang mau ekspansi lebih kecil dari perusahaan yang tidak mau ekspansi pada 2020. Kondisi tersebut tidak akan mengganggu pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini.

“Menurut saya masih tumbuh stabil didukung komoditas dengan perbaikan iklim investasi,” kata Luthfi Ridho beberapa waktu yang lalu kepada Bisnis.com.

Dia menilai, kunci untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di semua daerah adalah menggenjot aktivitas manufaktur dan industri rantai pasok atau supply chain. Dia berpendapat, dua sektor tersebut hanya bisa ekspansif dengan dukungan investasi khususnya investasi langsung atau foreign direct investment (FDI).

“Jadi kalau FDI tidak membaik, pertumbuhan ekonomi [tahun ini] bisa menantang. Jadi bisa diarahkan ke manufaktur atau yang berhubungan dengan global supply chain,” terang Luthfi.

Bank Indonesia menyatakan, pada kuartal I/2020, prediksi ekspansi PMI terjadi pada hampir seluruh subsektor. Ekspansi tertinggi terjadi pada subsektor semen dan barang galian nonlogam sebesar 56,85%, diikuti subsektor industri barang kayu dan hasil hutan lainnya sebesar 53,79%, dan subsektor industri makanan, minuman dan tembakau sebesar 53,03%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Achmad Aris

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top