Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Siap-Siap, Pemerintah Akan Terapkan Subsidi Tertutup LPG 3 Kg

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan pemberlakuan subsidi tertutup gas minyak cair (LPG) 3 kilogram langsung ke masyarakat pada paruh kedua 2020.
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 14 Januari 2020  |  17:19 WIB
Warga antre membeli gas elpiji subsidi saat digelar operasi pasar Pertamina di Polsek Pontianak Barat, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (17/12/2018). - ANTARA/Jessica Helena Wuysang
Warga antre membeli gas elpiji subsidi saat digelar operasi pasar Pertamina di Polsek Pontianak Barat, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (17/12/2018). - ANTARA/Jessica Helena Wuysang

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merencanakan pemberlakuan subsidi tertutup gas minyak cair (LPG) 3 kilogram langsung ke masyarakat pada paruh kedua 2020.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan jika diterapkan selama setahun penuh, subsidi LPG diperkirakan bisa berkurang hingga 30%.

Hanya saja, untuk tahap awal, nilai subsidi dapat terpangkas sekitar 15% dengan implementasi yang baru dimulai pada semester II/2020.

“Kami sedang lakukan persiapan bagaimana berikan subsidi langsung ke masyarakat, terus [rencananya] dilaksanakan mulai tahun ini, mudah-mudahan tengah tahun [Juli] dilaksanakan,” tuturnya dalam paparan kinerja Ditjen Migas 2019 dan Rencana 2020, Selasa (14/1/2020).

Djoko optimistis volume penyaluran dan subsidi LPG 3 kg akan berkurang dengan implementasi subsidi tertutup ini. Nantinya, masyarakat yang dianggap tidak berhak mendapat subsidi harus membeli LPG sesuai harga pasar.

Dengan begitu, kalangan masyarakat yang tidak berhak mendapatkan subsidi akan berubah membeli LPG nonsubsidi kemasan 5 kg atau 12 kg.

Dari sisi volume, Djoko optimistis konsumsi LPG 3kg akan di bawah alokasi yang ditetapkan sebanyak 7 juta metrik ton pada 2020.

Data Kementerian Keuangan menyebutkan  realisasi sementara subsidi LPG 3 kg pada tahun lalu tercatat senilai Rp58 triliun pada 2019, di bawah alokasi awal Rp75,22 triliun. Tahun ini, subsidi LPG 3 kg ditargetkan senilai Rp50,6 triliun.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian ESDM, realisasi penyaluran LPG 3 kg tahun lalu sebanyak 6,84 juta metrik ton, lebih rendah dari kuota 6,97 juta metrik ton.

Terkait model subsidi, Djoko mengaku belum menetapkan kriteria masyarakat tidak mampu yang akan digunakan. Jika merujuk pada data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), ada tiga kriteria masyarakat tidak mampu dengan jumlah penerima subsidi berkisar 15 juta hingga 25 juta masyarakat. 

Data TNP2K juga tersebut akan dibandingkan dengan data Ditjen Migas terkait data penyaluran converter kit bagi nelayan.

"Data sudah ada, kebijakan seperti apa, belum diputuskan," tambahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subsidi lpg
Editor : Lucky Leonard
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top